Kuliah e-health, isinya apa ya?

November 24th, 2011

Seorang teman berkirim email, meminta saran. Dia akan mengisi tatap muka dengan topik e-health. Dalam emailnya disertakan kerangka dasar yang akan diberikan. Komentar saya: kerangka yang sudah dibuat cukup menarik. Karena diminta memberikan masukan, berikut ini adalah komentar yang saya berikan: Continue reading »

Pemilu dan SIKDA

April 13th, 2009

Apa hubungannya? Ya, di sini beberapa kali aku menyinggung mengenai SIKDA (sistem informasi kesehatan daerah) baik berkaitan dengan seminar, penerapan di lapangan serta gagasan pengembangan lebih lanjut. Tetapi, tentang pemilu? Aku khan juga warga negara yang berhak mengikuti pemilu. Nah, sayangnya, dalam pemilu 2009 aku tidak bisa ikut men-contreng karena namaku tidak tercatat di DPT. Continue reading »

Seminar E-healthcare di JIH 19 April 2008

April 14th, 2008

Teknologi informasi saat ini sudah menjadi bagian dari kehidupan dan bisnis modern, tidak terkecuali dalam pelayanan kesehatan. Dalam bidang pelayanan kesehatan, jargon yang sering digunakan adalah e-healthcare atau yang lebih luas lagi adalah e-health. Akan tetapi, sektor ini relatif jauh tertinggal dibandingkan bidang lainnya dalam mengadopsi teknologi informasi. Meskipun sudah semakin banyak yang mengadopsi (early adopters), ternyata pratek dan risiko kegagalan cukup besar. Oleh karena itu perlu dikaji bagaimana strategi adopsi dan implementasi untuk meminimalisir risiko kegagalan.  Minat Simkes S2 IKM FK UGM bekerjasama dengan JIH (Jogja International Hospital) akan membahasnya dalam suatu seminar E-Healthcare: Strategi Adopsi dan Implementasi Teknologi Informasi untuk Pelayanan Kesehatan pada Sabtu, 19 April 2008 di Auditorium JIH dari pukul 08.00 -13.30. Acara ini akan membahas topik berikut:

  • E-healthcare: mengadopsi teknologi informasi dalam pelayanan kesehatan (Prof. Hari Kusnanto, DrPh, Ketua Minat SIMKES UGM dan Dir. Program Studi S2 IKM UGM). Materi ini akan membahas konsep e-healthcare serta roadmap bagi organisasi pelayanan kesehatan untuk mengadopsi teknologi informasi sebagai bagian integral dalam proses bisnisnya.

  • Implementasi teknologi informasi di JIH (Bambang Pediantoro, SE, MM, Senior Manajer Umum & Keuangan JIH). Sebagai rumah sakit baru, JIH akan menyajikan strategi mereka dalam menerapkan teknologi informasi untuk mendukung pertumbuhan organisasi.

  • Computerized Physician Order Entry di Gadjah Mada Medical Centre (Prof. dr. Ali Gufron Mukti, MSc, PhD, Direktur Gadjahmada Medical Center). GMC adalah unit pelayanan managed care di lingkungan Universitas Gadjah Mada yang telah menerapkan komputerisasi untuk pencatatan data klinis secara langsung oleh dokter(computerized physician order entry). Materi ini akan menguraikan keberhasilan mendorong dokter sebagai pengguna langsung sistem berbasis komputer di tengah pesimisme bahwa dokter adalah pihak yang paling resisten terhadap TI.

  • Peran SMS dan internet dalam pelayanan laboratorium klinik (dr. Gideon Hartono, Dirut Apotik K-24 dan Hi-lab Diagnostik Center). Sebagai pemain baru dalam pelayanan laboratorium klinik, penyaji akan menguraikan strategi Hi-Lab diagnostik Center dalam mengintegrasikan peralatan laboratorium dengan database dan perangkat komunikasi sehingga dapat memberikan informasi secara cepat kepada konsumen sebagai salah satu nilai lebih (value added) dibandingkan kompetitor mereka.

  • Pengalaman penerapan teknologi informasi di RSUP Dr. Sardjito (dr. Gogot Suyitno, SpRad KN, RSUP dr. Sardjito, Jogjakarta). Sebagai rumah sakit tipe A pendidikan, RSUP Dr. Sardjito telah beberapa kali mengalami perubahan strategi dalam mengadopsi teknologi informasi dengan berbagai risiko dari segi biaya maupun inefektivitas pelayanan. Bahwa ehealthcare sangat dipengaruhi oleh faktor politis dan kemampuan SDM akan ditekankan di sini.

  • Adopsi dan implementasi TI dalam pelayanan kesehatan: mengapa sukses dan mengapa gagal (Anis Fuad, DEA, dosen SIMKES S2 IKM UGM). Materi ini akan membahas faktor-faktor keberhasilan dan kegagalan serta strategi untuk meminimalisir kegagalan dan meningkatkan peluang keberhasilan.

Kontribusi:
Mahasiswa S2 IKM UGM Rp 100.000,00
Alumni S2 IKM UGM Rp 150.000,00
Umum Rp 200.000,00

Info lebih lanjut:
Estu/Nia
Telp/Fax.(0274) 549432
Gedung IKM Lt. 3 (R.301) Fak.
Kedokteran UGM
Jl. Farmako, Bulaksumur, Yogyakarta
email:simkes@ugm.ac.id

Tentang komputerisasi di puskesmas, rumah sakit dan dinas kesehatan

October 11th, 2006


Beberapa hari yang lalu saya berkesempatan berkunjung ke suatu kabupaten untuk mengamati secara sekilas pelaksanaan komputerisasi di puskesmas, dinas kesehatan dan rumah sakit. Pengamatan sekilas ini mungkin tidak dapat digeneralisir untuk daerah lain. Demikian juga, karena terbatasnya waktu, mungkin ada penilian saya yang keliru. Saya berkesempatan melakukan diskusi kelompok terarah dengan pelaksana sistem informasi di dinas kesehatan (staf di masing-masing subdin) dan tiga wakil puskesmas. Yang menarik, ketiga puskesmas memiliki program komputer yang berbeda. Meskipun hampir seluruh puskesmas di kabupaten tersebut didukung dengan perangkat komputer akan tetapi pelaporan data ke dinas masih bersifat manual. Petugas di dinas kesehatan kabupaten mengatakan bahwa untuk mengolah data LB1 dari puskesmas membutuhkan waktu 10 hari. Padahal, data sudah tersedia dalam format elektronik untuk hampir seluruh puskesmas, kecuali dua puskesmas yang menggunakan program yang berbeda. Hal ini tidak terlepas dari lemahnya komitmen di tingkat dinas itu sendiri. Setiap tiga bulan sekali, dinas kesehatan kabupaten mengirimkan laporan kunjungan puskesmas dalam bentuk manual ke dinas kesehatan propinsi. Variasi pekerjaan di sub bagian perencanaan (di bawah Bagian TU)yang bertanggung jawab untuk menghimpun data dari puskesmas mungkin menjadikan mereka tidak fokus dalam program komputerisasi puskesmas. Bisa jadi, pelatihan yang sebelumnya dilakukan di tingkat dinas tidak memadai. Akibatnya, sekarang LAN di dinas pun juga macet. Continue reading »

Politik sistem informasi rumah sakit

August 19th, 2006

Saya kira semua orang setuju bahwa sistem informasi rumah sakit berbasis komputer (baca: aplikasinya) merupakan salah satu alat manajemen penting agar rumah sakit dapat memberikan pelayanan kesehatan yang efektif, efisien serta menjunjung tinggi keselamatan pasien. Tetapi, menerapkannya secara mulus di rumah sakit bukan hal yang mudah. Berbagai penelitian telah mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan implementasi SIRS.
Continue reading »

Memahami difusi teknologi informasi kesehatan

January 4th, 2006

Penerapan teknologi informasi di bidang kesehatan dapat diibaratkan sebagai pisau bermata dua. Di satu sisi, inovasi ini dapat meningkatkan efisiensi, tetapi di sisi lain dapat menyebabkan pemborosan, memperburuk kinerja organisasi bahkan kegagalan.

Teori mengenai difusi inovasi pertama kali dicetuskan oleh Everett Rogers melalui publikasinya pada tahun 1960 dengan mendefinisikan sebagai proses dimana inovasi dikomunikasikan melalui saluran tertentu pada kurun waktu tertentu kepada anggota sistem sosial. Sedangkan inovasi diartikan sebagai “ide, praktek atau obyek yang dianggap baru oleh individu, kelompok atau bahkan organisasi”. Proses individu mengadopsi inovasi secara bertahap meliputi fase pengetahuan, persuasi, keputusan, implementasi dan konfirmasi. Pengenalan obat baru juga mengikuti fase tersebut. Dokter akan menggunakan obat baru setelah menerima berbagai informasi melalui berbagai saluran komersial dan divalidasi oleh saluran profesional. Continue reading »

- online valtrex order - buy asacol - spy a cell phone - generic levitra -