Berapa banyak Puskesmas yang telah mengadopsi sistem informasi puskesmas berbasis komputer?

October 31st, 2009

Barusan, saya mendapat pertanyaan dari Alvin Marcelo, dokter aktivis informatika kesehatan/FOSS sekaligus dokter bedah di UP. Pertanyaannya, “Anis, in your estimate, how many simpus implementations are out there in Indonesia?”. Hmm..njawabnya gampang. Bener tidaknya nggak tahu he..he.he. Pertanyaan ini didasari oleh kekagetan Alvin di GCOS saat bertemu   Jojok yang telah berpengalaman menjelajah NKRI untuk jualan dan melatih Simpus Jojok.  Survei GDS (Governance and Decentralization Survey) yang mengambil sampel di beberapa provinsi dan kabupaten mencatat sekitar 80% puskesmas telah dilengkapi dengan komputer.

Lalu, tentang jawaban dari pertanyaan tadi?  Perkiraanku, maksimal 2000 puskesmas telah dilengkapi dengan sistem informasi berbasis komputer. Kalau ternyata lebih, wah senang sekali. Rinciannya bagaimana? Jojok di 400an puskesmas (atau lebih?), Dinkes Ngawi dan Dinkes Purworejo telah menerapkan di beberapa daerah lain. Simkes IKM FK UGM dengan Wonosobo dan Sleman serta beberapa daerah lain yang sedang berjalan. GTZ dengan SimpusNAD (di Aceh) dan Siskes (NTB dan NTT). Beberapa kabupaten lain yang bekerjasama dengan vendor (seperti Exindo di DIY dan lainnya).  Ada juga yang bekerjasama dengan universitas (FKM Unud, ITB, FKM UI, lainnya?).

Dari sinilah, sebenarnya perlu disepakati tentang standar pertukaran data. Pertukaran data perlu dibedakan antara pertukaran data individual dan pertukaran data program. Ini saatnya (sebelum semakin terlambat), Pusdatin dan Binkesmas mengambil peran sebagai leader dan bekerjasama dengan berbagai pihak untuk menyepakati mengenai standar tersebut.

Komputerisasi Puskesmas dan Dinas Kesehatan

February 26th, 2009

mas Rahyo sedang membahas aspek teknisIni merupakan catatan ringkas mengenai seminar yang diselenggarakan oleh Simkes dua minggu lalu mengenai aspek sosioteknis dalam komputerisasi puskesmas dan dinas kesehatan. Laporan mengenai kegiatan seminar tersebut juga sudah dimuat di website Simkes(yang juga memuat berapa berkas presentasi pembicara), blog mahasiswa Simkes 08, maupun blog pak Bas.  Tulisan  mas Jojok tentang seminar tersebut juga ada, dan, seperti biasa, heboh!.   Continue reading »

Problem pengelolaan data di dinas kesehatan kabupaten

January 7th, 2009

Dua hari ini saya bersama-sama staf SIMKES bermain-main ke dinas kesehatan kabupaten untuk membantu mencari alternatif mengintegrasikan database. Istilah database di dinas kesehatan mungkin maksudnya sama dengan istilah “bank data” yang sering didengung-dengungkan oleh Pusdatin. Dari segi infrastruktur, kantor dinas kesehatan sudah lama memiliki jaringan LAN. Di setiap seksi juga sudah tersedia komputer, meskipun tidak setiap pemegang program (staf seksi) memiliki komputer sendiri-sendiri. Di setiap bidang pun juga terdapat laptop, meskipun tidak selalu tergabung ke dalam jaringan.  Dulu, melalui jaringan LAN pernah dicoba sharing folder, tetapi tidak berjalan lama, kemudian macet sama sekali. Beberapa waktu sebelumnya, teman-teman kami menemukan beberapa kerusakan di hub yang menyebabkan jaringan tidak terkoneksi.

Continue reading »

Berkunjung ke Ngawi

June 16th, 2008

Salah satu bagian yang menyenangkan dari pekerjaan saya adalah travelling. Kamis (12/8/2008) kemarin, ditemani Arif dan Hafidz, kami berjalan-jalan ke Ngawi. Seharusnya, kami berangkat dari kampus jam 5 pagi. Tetapi, saya terlambat menjemput mereka (kebiasaan he..he..he..), sehingga baru berangkat dari kampus jam 5.30. Kunjungan ini sudah saya rencanakan satu minggu yang lalu terinspirasi dari popularitas Dinkes Ngawi dalam menerapkan sistem informasi puskesmas. Saya pernah ketemu dengan dr. Pudjo (Kadinkes Ngawi) beserta drg. Endah (kepala Puskesmas Mantingan yang juga bu Pudjo) tahun 2005 di Padang di sebuah workshop tentang SIMPUS yang diselenggarakan oleh Binkesmas Depkes (pak Kuning Triadi cs). Saya juga pernah bertemu dengan bu Sri (sekretariat Dinkes) dalam suatu acara berkaitan dengan sistem informasi kesehatan yang diselenggarakan oleh teman-teman dari Dinkes Prov Jawa Timur (mas Hakky cs). Continue reading »

Tentang komputerisasi di puskesmas, rumah sakit dan dinas kesehatan

October 11th, 2006


Beberapa hari yang lalu saya berkesempatan berkunjung ke suatu kabupaten untuk mengamati secara sekilas pelaksanaan komputerisasi di puskesmas, dinas kesehatan dan rumah sakit. Pengamatan sekilas ini mungkin tidak dapat digeneralisir untuk daerah lain. Demikian juga, karena terbatasnya waktu, mungkin ada penilian saya yang keliru. Saya berkesempatan melakukan diskusi kelompok terarah dengan pelaksana sistem informasi di dinas kesehatan (staf di masing-masing subdin) dan tiga wakil puskesmas. Yang menarik, ketiga puskesmas memiliki program komputer yang berbeda. Meskipun hampir seluruh puskesmas di kabupaten tersebut didukung dengan perangkat komputer akan tetapi pelaporan data ke dinas masih bersifat manual. Petugas di dinas kesehatan kabupaten mengatakan bahwa untuk mengolah data LB1 dari puskesmas membutuhkan waktu 10 hari. Padahal, data sudah tersedia dalam format elektronik untuk hampir seluruh puskesmas, kecuali dua puskesmas yang menggunakan program yang berbeda. Hal ini tidak terlepas dari lemahnya komitmen di tingkat dinas itu sendiri. Setiap tiga bulan sekali, dinas kesehatan kabupaten mengirimkan laporan kunjungan puskesmas dalam bentuk manual ke dinas kesehatan propinsi. Variasi pekerjaan di sub bagian perencanaan (di bawah Bagian TU)yang bertanggung jawab untuk menghimpun data dari puskesmas mungkin menjadikan mereka tidak fokus dalam program komputerisasi puskesmas. Bisa jadi, pelatihan yang sebelumnya dilakukan di tingkat dinas tidak memadai. Akibatnya, sekarang LAN di dinas pun juga macet. Continue reading »

- online valtrex order - buy asacol - spy a cell phone - generic levitra -