Inovasi TI untuk kenyamanan pasien

November 26th, 2011

Hari Minggu datang lagi. Sambil bermalas-malasan eh kesasar ke tulisan menarik di majalah Information Week – Healthcare yang memuat 10 profil  inovator TI dalam bidang  pelayanan kesehatan di negara pak Obama. Berbagai inovasi tersebut bermuara untuk meningkatkan efektivitas dan  efisiensi pelayanan dan serta keselamatan pasien. Caranya bermacam-macam,  misalnya,  penerapan rekam medis elektronik, smart room, perangkat mobil, analitik dan sejenisnya. Namun, ada satu yang cukup menarik, yaitu teknologi virtual reality dalam manajemen nyeri. Saat ini teknologi virtual dan augmented reality sudah banyak diterapkan dalam operasi. (Lihat lebih lanjut publikasi tahun 2001  di BMJ yang berjudul Virtual Reality in Surgery)   Continue reading »

Memilih strategi regulasi yang tepat untuk mendorong adopsi teknologi informasi kesehatan di Indonesia

November 21st, 2011

Pelayanan kesehatan yang bermutu, terjangkau (dari segi waktu, biaya maupun geografis) serta aman tentu merupakan harapan setiap warga negara. Banyak cara (apalagi tantangan) untuk mencapai ke sana. Salah satunya dengan menerapkan sistem teknologi informasi kesehatan yang komprehensif. Tidak sedikit literatur yang membuktikan kisah suksesnya. Lalu, apakah kita hanya berharap begitu saja agar rumah sakit atau puskesmas atau fasilitas kesehatan lainnya mengadopsi inovasi tersebut? Continue reading »

Tidak sekedar paperless, wireless, filmless….

March 23rd, 2009

 

Meskipun relatif terlambat daripada sektor lainnya, rumah sakit secara perlahan-lahan akhirnya  mengadopsi teknologi informasi. Alasan pertama berinvestasi teknologi informasi biasanya adalah efisiensi, sehingga jenis aplikasi yang diutamakan biasanya adalah billing systems, inventory maupun fungsi transaksional lainnya. Jika tahapan awal ini berjalan dengan baik, teknologi informasi akan mendapatkan tempat untuk bermain di sektor klinis. Pengembangan sistem informasi klinis merupakan suatu tantangan menarik, tidak hanya bagi para vendor (pengembang sistem informasi) tetapi juga bagi pihak rumah sakit itu sendiri. Sehingga tidaklah heran, bahwa masih sedikit rumah sakit yang memiliki aplikasi rekam medis elektronik. Kalaupun ada, sebagian besar masih berupa data diagnosis pasien, tidak lebih dari itu. Continue reading »

Belajar informatika keperawatan dari RSUD Banyumas

December 24th, 2006


Awalnya saya tidak percaya ketika diberitahu prof Hari bahwa RSUD Banyumas sudah menerapkan sistem informasi keperawatan berbasis komputer menggunakan NANDA, NIC dan NOC. Namun, ketidakpercayaan saya runtuh begitu saja saat menghadiri seminar “NANDA, NIC dan NOC: penerapannya dalam dokumentasi proses keperawatan berbasis komputer” di Hotel Rosenda Baturaden yang dilanjutkan dengan workshop di RSUD Banyumas pada 11-12 Desember 2006. Bagi yang belum familiar, ketiga singkatan tersebut kepanjangannya adalah North American Nursing Diagnosis Association, Nursing Intervention Classification dan Nursing Outcome Classification. Lebih detil mengenai ketiganya silakan berkunjung ke www.nanda.org. Ketiganya merupakan pendekatan sistematik untuk membuat klasifikasi diagnosis, intervensi dan keluaran (dampak) asuhan keperawatan. Jika mahasiswa kedokteran harus mengenal ICD (International Classification of Disease), demikian juga mahasiswa keperawatan pun harus mengenal ketiga istilah tersebut.
Continue reading »

Politik sistem informasi rumah sakit

August 19th, 2006

Saya kira semua orang setuju bahwa sistem informasi rumah sakit berbasis komputer (baca: aplikasinya) merupakan salah satu alat manajemen penting agar rumah sakit dapat memberikan pelayanan kesehatan yang efektif, efisien serta menjunjung tinggi keselamatan pasien. Tetapi, menerapkannya secara mulus di rumah sakit bukan hal yang mudah. Berbagai penelitian telah mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan implementasi SIRS.
Continue reading »

Menulis rencana bisnis sistem informasi rumah sakit

January 4th, 2006

Abstrak
Pengembangan sistem informasi rumah merupakan pekerjaan melelahkan, membutuhkan investasi finansial yang tidak sedikit serta komitmen pimpinan rumah sakit dalam jangka waktu yang lama. Oleh karena itu, rumah sakit harus memiliki rencana bisnis yang matang yang menggambarkan secara jelas tujuan pengembangan sistem, disertai dengan gambaran aktivitas yang rinci serta sumber daya yang diperlukan serta peneguhan komitmen dari seluruh anggota organisasi. Adanya bisnis plan SIRS juga akan membantu proses klarifikasi prioritas kebutuhan, identifikasi jenis sistem yang dibutuhkan serta membantu direktur dan wali amanah di rumah sakit menerjemahkan visi-misi rumah sakit ke dalam strategi sistem informasi. Pada umumnya kerangka rencana bisnis SIRS akan meliputi 1)ringkasan eksekutif, 2) pendahuluan, 3)assessmen lingkungan, 4)rencana operasional dan implementasi dan 5)rencana keuangan dan jadwal. Continue reading »

Sistem Pendukung Keputusan Klinik

September 13th, 2005

A. Pengantar
Dalam berbagai literatur mengenai mutu pelayanan klinik mutakhir, sistem pendukung keputusan klinik (SPKK) merupakan salah satu jargon yang sering disebut sebagai salah satu alternatif solusi sistemik untuk mencegah medical error dan mendorong sistem pelayanan kesehatan yang menjunjung aspek kemanan pasien (patient safety). Artikel ini akan membahas mengenai pengertian SPKK (khususnya yang berbasis komputer), karakteristik, berbagai contoh aplikasinya serta prospek masa depan.

B. Pengertian
Sistem Pendukung Keputusan (SPK) atau decision support system merupakan salah satu jenis sistem informasi yang bertujuan untuk menyediakan informasi, membimbing, memberikan prediksi serta mengarahkan kepada pengguna informasi agar dapat melakukan pengambilan keputusan dengan lebih baik dan berbasis evidence. Secara hirarkis, SPK biasanya dikembangkan untuk pengguna pada tingkatan manajemen menengah dan tertinggi. Dalam pengembangan sistem informasi, SPK baru dapat dikembangkan jika sistem pengolahan transaksi (level pertama) dan sistem informasi manajemen (level kedua) sudah berjalan dengan baik. SPK yang baik harus mampu menggali informasi dari database, melakukan analisis serta memberikan interpretasi dalam bentuk yang mudah dipahami dengan format yang mudah untuk digunakan (user friendly). Continue reading »

Peran Teknologi Informasi untuk Mendukung Manajemen Informasi Kesehatan di Rumah Sakit *

September 13th, 2005

A. Pendahuluan
Perkembangan teknologi informasi yang begitu pesat telah merambah ke berbagai sektor termasuk kesehatan. Meskipun dunia kesehatan (dan medis) merupakan bidang yang bersifat information-intensive, akan tetapi adopsi teknologi informasi relatif tertinggal. Sebagai contoh, ketika transaksi finansial secara elektronik sudah menjadi salah satu prosedur standar dalam dunia perbankan, sebagian besar rumah sakit di Indonesia baru dalam tahap perencanaan pengembangan billing system. Meskipun rumah sakit dikenal sebagai organisasi yang padat modal-padat karya, tetapi investasi teknologi informasi masih merupakan bagian kecil. Di AS, negara yang relatif maju baik dari sisi anggaran kesehatan maupun teknologi informasinya, rumah sakit rerata hanya menginvestasinya 2% untuk teknologi informasi. Continue reading »

- online valtrex order - buy asacol - spy a cell phone - generic levitra -