Seminar Penerapan Rekam Medis Elektronik pada Praktek Dokter

February 21st, 2012

Update 6 April 2012

Laporan singkat kegiatan serta tautan ke materi pada seminar tersebut dapat dibaca di http://simkes.fk.ugm.ac.id/2012/04/menuju-sertifikasi-rekam-medis-elektronik/#more-2250

Pokja Informatika Biomedis (Biomedical Informatics) dalam rangka Annual Scientific Meeting 2012 menyelenggarakan seminar dengan mengangkat tema penerapan rekam medis elektronik pada praktek dokter pada Sabtu, 10 Maret 2012 di Ruang Senat Gedung KPTU Fakultas Kedokteran UGM jam 07.00 – 16.00 WIB . Seminar ini dilatarbelakangi oleh semakin meningkatnya penggunaan perangkat rekam medis elektronik baik di sarana pelayanan kesehatan maupun praktek dokter pribadi. Materi yang akan dibahas dalam seminar ini meliputi pengalaman dokter dalam menggunakan Rekam Medis Elektronik, Inovasi – inovasi di bidang Rekam Medis Elektronik di Indonesia, serta Perspektif KOMINFO dan KEMENKES RI mengenai Sertifikasi Rekam Medis Elektronik.

Informasi mengenai seminar ini dapat dilihat pada leaflet di bawah

Seminar ini memiliki akreditasi IDI 12 SKP. Silakan daftarkan diri Anda sebelum 7 Maret 2012 ke:
Sekretariat
Minat Sistem Informasi Manajemen Kesehatan (SIMKES)
Program S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kedokteran UGM

Gedung IKM Lt.3 Fakultas Kedokteran UGM, Jl. Farmako Sekip Utara Yogyakarta 55281
Telp./Fax. : (0274) 549432
Email : simkes@ugm.ac.id
Website : http://simkes.fk.ugm.ac.id
CP : Asri

Biaya registrasi dapat dilihat pada posting sebelumnya di link ini dan dapat dibayarkan ke sekretariat atau transfer ke :

Bank BNI Cab. Bulaksumur

a/n Hari Kusnanto QQ SIMKES

No. Rekening 9543110-7


Point of care EMR reminder: 2-tiered or 3-tiered?

November 15th, 2011

Recent paper by  Loo and colleagues[1] presents successful combination of health information technology with innovative population care approach, called panel management, to significantly enhance preventive health care services for elderly. Electronic medical record reminder facilitated the team to contact elderly to undergo vaccination, health care proxy designation and bone density screening. This reminder is better than physician-directed reminders which increased vaccination rates only.

This study proves indispensable role of health information technology (HIT) in health care reform. Lesson from Massachusetts indicated that health care reform implied to increased numbers of administrative workers to support health care professionals[2]. Beside to alleviate administrative burden of the physicians, these staffs are potentially to be assigned as panel management team members.  While team members role has been described[3], unfortunately, how HIT could support panel management has not well defined. In this concern, we congratulate the authors for successfully filled the gap. Continue reading »

Rekam kesehatan elektronik: konsep, penerapan dan regulasi

March 22nd, 2010

A. Konsep Rekam Kesehatan Elektronik

Dalam UU no 29 tentang Praktik Kedokteran tahun 2004 pada bagian penjelasan pasal 46 ayat (1), yang dimaksud dengan rekam medis adalah berkas yang berisi catatan dan dokumen tentang identitas pasien, pemeriksaan, pengobatan, tindakan dan pelayanan lain yang telah diberikan kepada pasien. Pengertian yang sama juga digunakan pada Permenkes 269/2008 mengenai rekam medis.Di dalam produk hukum tersebut disebutkan bahwa rekam medis juga dapat berbentuk elektronik. Akan tetapi pengertian secara jelas mengenai rekam medis elektronik atau bahkan seperti perkembangan saat ini menjadi rekam kesehatan elektronik tidak ditemukan. Continue reading »

Diskusi RKE (Rekam Kesehatan Elektronik) di UC UGM

June 13th, 2009

Sabtu (13 Juni 2009), saya mengikuti diskusi di UC (University Club) UGM tentang rekam kesehatan elektronik (RKE). Diskusi ini sebenarnya merupakan sambuangan dari seminar RKE yang paginya diselenggarakan oleh D3 Rekam Medis dan Informasi Kesehatan FMIPA UGM (bener ya…tahun ini berubah jadi bagian sekolah vokasi UGM?). Diskusi ini dipandu oleh dr. Tridjoko Hadianto (FK UGM) yang menyampaikan tujuan utama diskusi ini adalah untuk menerima masukan, saran, pandangan, pendapat dan pengalaman tentang RKE agar dapat dijadikan sebagai masukan pemerintah (Depkes) untuk merumuskan peraturan mengenai RKE. Diskusi dimulai dengan cetusan dari Prof Budi Sampurna (Ka. Biro Hukum dan Organisasi Depkes) tentang bermunculannya pertanyaan dari beberapa rumah sakit mengenai keabsahan rekam kesehatan elektronik. Bahkan ada rumah sakit yang mengajukan surat tertulis ke Menteri Kesehatan karena mereka berencana mengembangkan RKE.
Continue reading »

Gagasan Obama tentang rekam kesehatan elektronik

January 12th, 2009

Ditunggu-tunggu komentarnya mengenai krisis Israel-Hamas malah malah mengungkapkan gagasan tentang rekam kesehatan elektronik. Obama mengharapkan dalam lima tahun ke depan, seluruh negeri AS telah memanfaatkan sistem elektronik untuk mengelola rekam kesehatan di organisasi pelayanan kesehatan. Beberapa ahli, diantaranya Dr. David Brailer (pernah bekerja di bawah pemerintahan Bush sebagai koordinator nasional teknologi informasi kesehatan) memberikan peringatan bahwa merealisasikannya tidak mudah. Amerika masih kekurangan tenaga ahli yang mumpuni (apalagi Indonesia ya…winking

Lebih lengkapnya ada di CNNMoney. Biar lebih praktis saya copy paste kan di sini ya…(sorry)

Continue reading »

Apa kabar rekam medis elektronik?*

April 24th, 2008

Komputerisasi rekam medis sebenarnya bukan sesuatu yang baru. Pada tahun 1994, MMR UGM pernah mengadakan seminar bertajuk “Menuju komputerisasi rekam medis”. Saat ini, di klinik yang khusus melayani para pegawai dan mahasiswa di UGM (GMC= Gadjah Mada Medical Centre) dokternya tidak lagi menggunakan status rekam medis kertas. Mouse dan keyboard sudah menggantikan pena untuk mencatat gejala, hasil observasi, diagnosis sampai dengan pengobatan (lihat catatan Dani Iswara tentang CPOE di GMC). Namun, hingga kini hanya klinik tersebut satu-satunya fasilitas kesehatan yang menggunakan rekam medis elektronik (RME) di Jogja. Meski hanya untuk melayani pasien rawat jalan, itu sudah lumayan.

Pada dasarnya rekam medis elektronik adalah penggunaan metode elektronik untuk pengumpulan, penyimpanan, pengolahan serta pengaksesan rekam medis pasien di rumah sakit yang telah tersimpan dalam suatu sistem manajemen basis data multimedia yang menghimpun berbagai sumber data medis. Dalam UU Praktik Kedokteran penjelasan pasal 46 ayat (1), yang dimaksud dengan rekam medis adalah berkas yang berisi catatan dan dokumen tentang identitas pasien, pemeriksaan, pengobatan, tindakan dan pelayanan lain yang telah diberikan kepada pasien. Pengertian yang sama juga digunakan pada Permenkes 269/2008. Jenis data rekam medis dapat berupa teks (baik yang terstruktur maupun naratif), gambar digital (jika sudah menerapkan radiologi digital), suara (misalnya suara jantung), video maupun yang berupa biosignal seperti rekaman EKG.
Continue reading »

Smart Card untuk Asuransi Kesehatan di Taiwan

November 2nd, 2006

Salah satu pengalaman berharga dari kunjungan ke Taiwan kemarin adalah melihat implementasi smart card untuk asuransi kesehatan dan berdiskusi dengan salah satu anggota tim yang merancangnya yaitu old">Prof Chien-Tsai Liu dari Graduate Institute of Medical Informatics, Taiwan Medical University.
Continue reading »

Teknologi Informasi untuk Patient Safety

September 14th, 2005

Beberapa waktu yang lalu Menteri Kesehatan, Dr. Fadilah Supari mencanangkan gerakan nasional keselamatan pasien (patient safety) di rumah sakit. Lalu, apa hubungannya dengan teknologi informasi?
Saat ini, berbagai rumah sakit sudah mulai menerapkan sistem informasi rumah sakit berbasis komputer untuk mendukung manajemen keuangan (khususnya billing systems). Jika rumah sakit sudah melewati tahap tersebut, langkah selanjutnya adalah pengembangan sistem informasi klinik. Di sini, peran penting teknologi informasi tidak lepas dari potensinya untuk mencegah medical error. Seperti kita ketahui, ada dua pandangan mengapa error dapat muncul di rumah sakit. Yang pertama, error terjadi karena kesalahan individual tenaga kesehatan. Yang kedua, kesalahan individual tidak akan muncul jika manajemen memiliki mekanisme untuk mencegah. Continue reading »

Sistem Pendukung Keputusan Klinik

September 13th, 2005

A. Pengantar
Dalam berbagai literatur mengenai mutu pelayanan klinik mutakhir, sistem pendukung keputusan klinik (SPKK) merupakan salah satu jargon yang sering disebut sebagai salah satu alternatif solusi sistemik untuk mencegah medical error dan mendorong sistem pelayanan kesehatan yang menjunjung aspek kemanan pasien (patient safety). Artikel ini akan membahas mengenai pengertian SPKK (khususnya yang berbasis komputer), karakteristik, berbagai contoh aplikasinya serta prospek masa depan.

B. Pengertian
Sistem Pendukung Keputusan (SPK) atau decision support system merupakan salah satu jenis sistem informasi yang bertujuan untuk menyediakan informasi, membimbing, memberikan prediksi serta mengarahkan kepada pengguna informasi agar dapat melakukan pengambilan keputusan dengan lebih baik dan berbasis evidence. Secara hirarkis, SPK biasanya dikembangkan untuk pengguna pada tingkatan manajemen menengah dan tertinggi. Dalam pengembangan sistem informasi, SPK baru dapat dikembangkan jika sistem pengolahan transaksi (level pertama) dan sistem informasi manajemen (level kedua) sudah berjalan dengan baik. SPK yang baik harus mampu menggali informasi dari database, melakukan analisis serta memberikan interpretasi dalam bentuk yang mudah dipahami dengan format yang mudah untuk digunakan (user friendly). Continue reading »

- online valtrex order - buy asacol - spy a cell phone - generic levitra -