Reorienting personal health record research: focus to patient engagement?

April 25th, 2012

Dr. Tenforde et al[1] has proven the limitation of traditional personal health record (PHR) to improve the health quality of diabetes patients. Even though PHR users are having better quality profile, however it is assumed that such improvement was related more to their engagement with health not PHR use. Anyway, it is a positive evidence of PHR adoption, considering the difficulties of implementation and high risk of abandonment[2].

In the last five years, expanding growth of PHR publications appeared in Pubmed. Several factors have driven this trend. They include, but not limited to, increasing adoption of EMR by clinical providers, patients’ need to adopt and share health information, technological maturity of personal medical instrument and health data exchange, and the last but not least increasing mHealth applications and social media in health domain. Continue reading »

Seminar Penerapan Rekam Medis Elektronik pada Praktek Dokter

February 21st, 2012

Update 6 April 2012

Laporan singkat kegiatan serta tautan ke materi pada seminar tersebut dapat dibaca di http://simkes.fk.ugm.ac.id/2012/04/menuju-sertifikasi-rekam-medis-elektronik/#more-2250

Pokja Informatika Biomedis (Biomedical Informatics) dalam rangka Annual Scientific Meeting 2012 menyelenggarakan seminar dengan mengangkat tema penerapan rekam medis elektronik pada praktek dokter pada Sabtu, 10 Maret 2012 di Ruang Senat Gedung KPTU Fakultas Kedokteran UGM jam 07.00 – 16.00 WIB . Seminar ini dilatarbelakangi oleh semakin meningkatnya penggunaan perangkat rekam medis elektronik baik di sarana pelayanan kesehatan maupun praktek dokter pribadi. Materi yang akan dibahas dalam seminar ini meliputi pengalaman dokter dalam menggunakan Rekam Medis Elektronik, Inovasi – inovasi di bidang Rekam Medis Elektronik di Indonesia, serta Perspektif KOMINFO dan KEMENKES RI mengenai Sertifikasi Rekam Medis Elektronik.

Informasi mengenai seminar ini dapat dilihat pada leaflet di bawah

Seminar ini memiliki akreditasi IDI 12 SKP. Silakan daftarkan diri Anda sebelum 7 Maret 2012 ke:
Sekretariat
Minat Sistem Informasi Manajemen Kesehatan (SIMKES)
Program S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kedokteran UGM

Gedung IKM Lt.3 Fakultas Kedokteran UGM, Jl. Farmako Sekip Utara Yogyakarta 55281
Telp./Fax. : (0274) 549432
Email : simkes@ugm.ac.id
Website : http://simkes.fk.ugm.ac.id
CP : Asri

Biaya registrasi dapat dilihat pada posting sebelumnya di link ini dan dapat dibayarkan ke sekretariat atau transfer ke :

Bank BNI Cab. Bulaksumur

a/n Hari Kusnanto QQ SIMKES

No. Rekening 9543110-7


Rekam kesehatan elektronik: konsep, penerapan dan regulasi

March 22nd, 2010

A. Konsep Rekam Kesehatan Elektronik

Dalam UU no 29 tentang Praktik Kedokteran tahun 2004 pada bagian penjelasan pasal 46 ayat (1), yang dimaksud dengan rekam medis adalah berkas yang berisi catatan dan dokumen tentang identitas pasien, pemeriksaan, pengobatan, tindakan dan pelayanan lain yang telah diberikan kepada pasien. Pengertian yang sama juga digunakan pada Permenkes 269/2008 mengenai rekam medis.Di dalam produk hukum tersebut disebutkan bahwa rekam medis juga dapat berbentuk elektronik. Akan tetapi pengertian secara jelas mengenai rekam medis elektronik atau bahkan seperti perkembangan saat ini menjadi rekam kesehatan elektronik tidak ditemukan. Continue reading »

Diskusi RKE (Rekam Kesehatan Elektronik) di UC UGM

June 13th, 2009

Sabtu (13 Juni 2009), saya mengikuti diskusi di UC (University Club) UGM tentang rekam kesehatan elektronik (RKE). Diskusi ini sebenarnya merupakan sambuangan dari seminar RKE yang paginya diselenggarakan oleh D3 Rekam Medis dan Informasi Kesehatan FMIPA UGM (bener ya…tahun ini berubah jadi bagian sekolah vokasi UGM?). Diskusi ini dipandu oleh dr. Tridjoko Hadianto (FK UGM) yang menyampaikan tujuan utama diskusi ini adalah untuk menerima masukan, saran, pandangan, pendapat dan pengalaman tentang RKE agar dapat dijadikan sebagai masukan pemerintah (Depkes) untuk merumuskan peraturan mengenai RKE. Diskusi dimulai dengan cetusan dari Prof Budi Sampurna (Ka. Biro Hukum dan Organisasi Depkes) tentang bermunculannya pertanyaan dari beberapa rumah sakit mengenai keabsahan rekam kesehatan elektronik. Bahkan ada rumah sakit yang mengajukan surat tertulis ke Menteri Kesehatan karena mereka berencana mengembangkan RKE.
Continue reading »

Apa kabar rekam medis elektronik?*

April 24th, 2008

Komputerisasi rekam medis sebenarnya bukan sesuatu yang baru. Pada tahun 1994, MMR UGM pernah mengadakan seminar bertajuk “Menuju komputerisasi rekam medis”. Saat ini, di klinik yang khusus melayani para pegawai dan mahasiswa di UGM (GMC= Gadjah Mada Medical Centre) dokternya tidak lagi menggunakan status rekam medis kertas. Mouse dan keyboard sudah menggantikan pena untuk mencatat gejala, hasil observasi, diagnosis sampai dengan pengobatan (lihat catatan Dani Iswara tentang CPOE di GMC). Namun, hingga kini hanya klinik tersebut satu-satunya fasilitas kesehatan yang menggunakan rekam medis elektronik (RME) di Jogja. Meski hanya untuk melayani pasien rawat jalan, itu sudah lumayan.

Pada dasarnya rekam medis elektronik adalah penggunaan metode elektronik untuk pengumpulan, penyimpanan, pengolahan serta pengaksesan rekam medis pasien di rumah sakit yang telah tersimpan dalam suatu sistem manajemen basis data multimedia yang menghimpun berbagai sumber data medis. Dalam UU Praktik Kedokteran penjelasan pasal 46 ayat (1), yang dimaksud dengan rekam medis adalah berkas yang berisi catatan dan dokumen tentang identitas pasien, pemeriksaan, pengobatan, tindakan dan pelayanan lain yang telah diberikan kepada pasien. Pengertian yang sama juga digunakan pada Permenkes 269/2008. Jenis data rekam medis dapat berupa teks (baik yang terstruktur maupun naratif), gambar digital (jika sudah menerapkan radiologi digital), suara (misalnya suara jantung), video maupun yang berupa biosignal seperti rekaman EKG.
Continue reading »

- online valtrex order - buy asacol - spy a cell phone - generic levitra -