A breakthrough for HIS strengthening in Indonesia

November 16th, 2011

On February 2011 edition, Editorial at the Bulletin World Health Organization [1] emphasized the potential role of information technologies, open source predominant, to solve part of public health data sharing issues particularly in the resource-limited setting. It described that high quality and low cost technologies were successfully working to handle data management cycle. However, for the long run the authors argued that it “depends on skilled personnel” and supportive systems “that extend beyond research projects into the collection of routine data for public health system”. In my humble opinion, they reiterated the eternal challenge to adopt innovation in low-resources setting namely capacity building and sustainability. Continue reading »

Berapa banyak Puskesmas yang telah mengadopsi sistem informasi puskesmas berbasis komputer?

October 31st, 2009

Barusan, saya mendapat pertanyaan dari Alvin Marcelo, dokter aktivis informatika kesehatan/FOSS sekaligus dokter bedah di UP. Pertanyaannya, “Anis, in your estimate, how many simpus implementations are out there in Indonesia?”. Hmm..njawabnya gampang. Bener tidaknya nggak tahu he..he.he. Pertanyaan ini didasari oleh kekagetan Alvin di GCOS saat bertemu   Jojok yang telah berpengalaman menjelajah NKRI untuk jualan dan melatih Simpus Jojok.  Survei GDS (Governance and Decentralization Survey) yang mengambil sampel di beberapa provinsi dan kabupaten mencatat sekitar 80% puskesmas telah dilengkapi dengan komputer.

Lalu, tentang jawaban dari pertanyaan tadi?  Perkiraanku, maksimal 2000 puskesmas telah dilengkapi dengan sistem informasi berbasis komputer. Kalau ternyata lebih, wah senang sekali. Rinciannya bagaimana? Jojok di 400an puskesmas (atau lebih?), Dinkes Ngawi dan Dinkes Purworejo telah menerapkan di beberapa daerah lain. Simkes IKM FK UGM dengan Wonosobo dan Sleman serta beberapa daerah lain yang sedang berjalan. GTZ dengan SimpusNAD (di Aceh) dan Siskes (NTB dan NTT). Beberapa kabupaten lain yang bekerjasama dengan vendor (seperti Exindo di DIY dan lainnya).  Ada juga yang bekerjasama dengan universitas (FKM Unud, ITB, FKM UI, lainnya?).

Dari sinilah, sebenarnya perlu disepakati tentang standar pertukaran data. Pertukaran data perlu dibedakan antara pertukaran data individual dan pertukaran data program. Ini saatnya (sebelum semakin terlambat), Pusdatin dan Binkesmas mengambil peran sebagai leader dan bekerjasama dengan berbagai pihak untuk menyepakati mengenai standar tersebut.

Dari Pusdatin ke PDSE

September 8th, 2009

Akhirnya Pusdatin (pusat data dan informasi) depkes berganti baju menjadi PDSE (Pusat Data dan Surveilans Epdeimiologi). Kalau melihat struktur dan kegiatannya, nampaknya tidak hanya sekedar ganti baju, tapi juga ganti pola pikir dan perkakasnya juga. Perkakas yang sudah ketinggalan jaman dimusiumkan aja..demikian juga yang masih berpikir bahwa pusdatin tidak beda dengan jaman waktu bernama Pusdakes (pusat data kesehatan). Continue reading »

Menggagas kebijakan nasional TIK untuk kesehatan dan tautan lain

April 22nd, 2008

Sebenarnya merupakan artikel lama. Daripada tidak ada posting baru, ya bikin link ke tulisan tersebut yang dimuat di Majalah EIndonesia.

…Jika tidak ada kebijakan yang jelas, jangan-jangan sektor kesehatan akan menjadi kuburan berikutnya kegagalan penerapan teknologi informasi dan komunikasi di Indonesia.”

Ini juga ada tautan yang menarik untuk dibaca di majalah Swa tentang penerapan sistem dan teknologi digital di rumah sakit.

Resume seminar E-healthcare di JIH dapat diakses di situs mas Dani dan blog mahasiswa Simkes 07.

- online valtrex order - buy asacol - spy a cell phone - generic levitra -