Kuliah Bioinformatika yang menyenangkan: sesi I

December 3rd, 2011

Pada hari Jumat (1 Desember 2011) kemarin, saya mengikuti kuliah yang menyenangkan. Hanya ada dua mata kuliah, dua-duanya wajib, yaitu Special Topics on Medical Informatics pada pagi hari dengan tema Bioinformatics dan Seminar di siang hari dengan tema Mobile Revolution in Healthcare. Yang mengajar perempuan, cerdas, cantik. Yang satu ahli bioinformatics, lulusan Cambridge sedangkan pada sesi siang diajar oleh perempuan entrepreneur pemilik perusahaan pengembang aplikasi mobile. Continue reading »

Kuliah e-health, isinya apa ya?

November 24th, 2011

Seorang teman berkirim email, meminta saran. Dia akan mengisi tatap muka dengan topik e-health. Dalam emailnya disertakan kerangka dasar yang akan diberikan. Komentar saya: kerangka yang sudah dibuat cukup menarik. Karena diminta memberikan masukan, berikut ini adalah komentar yang saya berikan: Continue reading »

Workshop riset kolaboratif biomedical informatics di Taipei Medical University

November 21st, 2011

Akhir September sampai dengan awal Oktober yang lalu,  di Taipei Medical University diselenggarakan workshop riset kolaboratif mengenai bioethics, smart technology and biomedical informatics. Acara ini disponsori oleh National Science Council Taiwan dengan menghadirkan peserta dari Malaysia, Philippines, Jepang, Singapore, Thailand, India, Netherlands, US dan juga Indonesia.  Kegiatan tersebut dibagi dua kelompok secara paralel yaitu, grup bioethics dan gruop biomedical informatics. Dari Indonesia yang bergabung dalam grup bioethics terdapat Prof Soenarto Sastrowijoto, Prof Yati Soenarto, Prof Hakimi, Prof. Budi Mulyono, Prof. Sofia Mubarika, dr. Edi Mulyono SpRad, dr. Ova Emilia PhD, dr. Azid Mahardinata, dr. Wika dan menyusul adalah Prof. Ali Ghufron Mukti. Sedangkan kelompok biomedical informatics yang hadir adalah dari UGM yang meliputi Prof. Hari Kusnanto, dr. Lutfan Lazuardi PhD, dr. Guardian Yoki Sanjaya dan dari Pusdatin Depkes yaitu drg Rudy Kurniawan MKes. Continue reading »

Sertifikat SIMKES non gelar

January 30th, 2009

Saya menulis ini setelah diskusi dengan pak Bambang Prastowo di PPTIK kemarin sore (30 Jan 2009). Pada intinya saya bercerita tentang mahasiswa saya menghendaki semakin banyak materi yang bersifat ketrampilan seperti membuat website, programming, multimedia, GIS, software untuk analisis data dll. Saya juga menyinggung tentang alumni Simkes yang konon tidak mendapatkan posisi yang nyaman karena tidak bisa membuat website di dinas kesehatan.   Continue reading »

Selamat buat Tita, Niko dan Dina

February 3rd, 2007


Jumat, 1 Februari kemarin, ketiga makhluk lucu mahasiswa Fakultas Kedokteran UGM angkatan 2003 ujian pendadaran skripsi. Ketiganya mengambil topik yang saling berkaitan satu sama lain di kota Jogja. Tita memilih judul analisis spasial TB Juli Desember 2004, Niko mempresentasikan analisis spasial DBD 2004-2005 sedang Dina menganalisis hasil penyelidikan epidemiologis DBD tahun 2006. Terima kasih kepada Dinkes Kota Jogja (dr. Choirul, mbak Susi dan pak Yoga) yang mengijinkan mereka bertiga memanfaatkan data register TB dan DBD untuk diutak utik. Jika Dina hanya menganalisis data sekunder tersebut, Tita dan Niko melengkapinya dengan data primer melalui pengumpulan koordinat lokasi pasien TB dan DBD. Bagiku, mereka sudah melakukan sesuatu yang luar biasa. Paling tidak, jauh lebih baik dari aku (sebagai salah satu pembimbingnya). Waktu itu aku meneliti perilaku mencari informasi kesehatan secara elektronik pada mahasiswa program jarak jauh di MMR dan KMPK dengan pembimbing pak Coco dan bu Uut. Itupun hanya ditulis dalam bentuk skripsi, sedangkan mereka menulisnya dalam bentuk skripsi dan naskah publikasi. Mereka belajar keras menggunakan Epimap, padahal angkatan mereka termasuk yang “kelewatan” tidak belajar Epi Info. Presentasinyapun meyakinkan, apalagi Tita yang medhok banget jawanya ketika menceritakan rumitnya mengumpulkan data (eh bahasa Indonesianya “nrithik” opo yo Ta…). Ujiannyapun berlangsung greng dan santai, meskipun molor. Pak Hari terlambat karena ada rapat di tempat lain, sehingga harus dimulai dulu. Karena sudah ada jadwal menguji di tempat lain, akupun tidak bisa mengikuti tanya jawab dengan Dina sampai selesai, dan pamit duluan sambil membawa bekal makanan cukup banyak he..he..he..
Continue reading »

Standar pendidikan dokter, kompetensi dokter dan informatika kedokteran

January 17th, 2007

Beberapa waktu yang lalu saya mendapatkan dokumen Standar Pendidikan Dokter dan Kompetensi Dokter dari mas dr. Yoyo Suhoyo, staf muda di Bagian Pendidikan Kedokteran UGM. Dokumen ini disusun oleh Konsil Kedokteran Indonesia (KKI). Terus terang saya belum tahu apakah dokumen ini sudah final atau masih draf. Disebutkan bahwa dokumen ini adalah amanat UU no 29 tahun 2004 tentang Praktek Kedokteran pasal 27 tentang perlunya Standar Pendidikan Dokter untuk mendukung pendidikan kedokteran yang berbasis kompetensi dan sesuai dengan standar. Standar yang disusun tersebut masih memberikan keleluasaan bagi masing-masing fakultas untuk melakukan penyesuaian dan tidak dimaksudkan sebagai penyeragaman. Yang menarik, acuan umum tentang standar ini mengikuti model WFME (World Federation of Medical Education) – yang sudah dipublikasikan sejak tahun 2000. Jika, ini baru diberlakukan sekarang, ya bisa dihitung sendiri gap antara pendidikan di sini dengan di luar. Bagaimanapun juga, saya menyambut gembira adanya dokumen tersebut.
Continue reading »

Web 2.0 dan mahasiswa keperawatan

November 22nd, 2006

Web 2.0 merupakan fenomena baru dunia Internet. Fatih Syuhud bahkan sudah mengutip tulisan John Markoff dari The New York Times tentang arah perkembangan berikutnya yaitu Web 3.0. Web 2.0 merupakan upaya menjadi web sebagai pusat dari semuanya, mulai dari informasi, hiburan, berita, cuaca, pengetahuan, podcast, sampai ke video streaming dan melibatkan fenomena sosial seperti wiki, blog, komunitas online seperti friendster, myspace, flickr, youtube dan lain-lain. Web 3.0 nanti diharapkan akan lebih canggih lagi sehingga akan menjadi rujukan bagi setiap individu dalam pengambilan keputusan personal (personal adviser).
Continue reading »

Kuliah di blog? Mengapa tidak….

August 29th, 2006

Hari ini, perkuliahan untuk mahasiswa baru SIMKES dimulai. Sebenarnya, sudah sejak seminggu yang lalu, tepatnya 23 Agustus melalui perkuliahan Core Public Health. Secara seremonial, Kuliah Perdana juga telah dilangsungkan pada 24 Agustus kemarin dengan topik “Solidaritas Lokal dan Global dalam Krisis Kesehatan”. Kuliah yang sangat menarik tersebut menghadirkan Drs. Idham Samawi (Bupati Bantul), Ir. William Syahbandar, PhD (BRR Nias), dr. Astrid Kartika (Health Advisor, BRR Nias), Vijay (EHA-WHO), dr Mariana Tompi, MPH (Binkesmas Depkes), dr. Mubasysyir Hasanbasri, MA dan dr. Hari Purnomo K, MPH, Dr.PH (IKM UGM). Seperti biasa mas Andre menjadikan acara tersebut lebih hidup dengan joke-jokenya yang segar sebagai moderator.Nah, hari ini, topik Sistem Informasi Kesehatan saya mulai. Meskipun memberikan secara maraton 4 sesi berturut-turut, alhamdulillah tidak merasa capek (itupun masih harus ditambah setelah maghrib ngisi di MMR). Seperti sebelumnya, kuliah memang tidak hanya sekedar menyampaikan konsep atau teori. Saya lebih suka diskusi dan mendengarkan pengalaman lapangan.
Continue reading »

Usul: kolaborasi antar lembaga pendidikan sistem informasi kesehatan di Indonesia

August 10th, 2006

Tenaga ahli sistem informasi kesehatan merupakan kelompok sumber daya manusia yang langka di Indonesia. Padahal, saat ini pemerintah, baik pusat, propinsi maupun berbagai kabupaten sedang gencar-gencarnya memperkuat sistem informasi kesehatan, salah satu pilar utama dalam strategi pembangunan kesehatan. Kelangkaan tenaga ahli tersebut dapat dipahami karena terbatasnya lahan pendidikan.
Continue reading »

Manajemen bencana: dimana ya… dalam kurikulum kedokteran kita?

June 10th, 2006

Gempa di Jogja-Jateng akhir Mei kemarin sekali lagi menghentakkan kesadaran kita bahwa Indonesia adalah negara rawan bencana. Dalam dua tahun belakangan ini, dengan tiga bencana, Aceh, Nias dan terakhir Jogja tidak kurang dari 200 ribu nyawa melayang. Jauh lebih banyak lagi yang cedera, mengalami kesakitan, kehilangan rumah serta mengalamai kesengsaraan psiko-sosial-ekonomis.

Sebagai masalah kesehatan, dari sisi jumlah korban, bencana mungkin dapat disetarakan dengan besarnya masalah karena tuberkulosis, HIV/AIDS, dengue dan malaria. Topik yang sudah sangat familiar bagi mahasiswa kedokteran kita. Lalu bagaimana dengan bencana? Apakah lulusan pendidikan dokter kita sudah dibekali dengan kompetensi yang meyakinkan untuk menangani bencana? Padahal negara kita rawan bencana…… Continue reading »

- online valtrex order - buy asacol - spy a cell phone - generic levitra -