Kontroversi teknologi informasi untuk mendukung gerakan keselamatan pasien (alias patient safety informatics jilid dua)

November 13th, 2006

Pada posting sebelumnya, saya bercerita mengenai success story Wan Fang Hospital dalam menerapkan gerakan keselamatan pasien dengan memanfaatkan teknologi informasi. Dengan diterapkannya CPOE(computerized physician order entry) yang dilengkapi dengan sistem pendukung keputusan, berbagai medical error dapat dicegah. Demikian juga, sistem pencatatan dan pelaporan error elektronik telah dirancang untuk mengidentifikasi dan menganalisis error yang terjadi secara cepat.
Continue reading »

Patient safety informatics (teknologi informasi untuk patient safety jilid dua)

November 4th, 2006

Alasan rumah sakit mengadopsi teknologi informasi secara umum meliputi tiga hal yaitu efisiensi, efektivitas dan mutu pelayanan. Billing systems merupakan contoh penerapan untuk mencapai tujuan pertama. Berbagai aplikasi fungsional seperti sistem informasi untuk rekam medis, farmasi maupun modul-modul fungsional lainnya untuk menjawab kebutuhan efektivitas. Nah, bagaimana dengan mutu? Aspek mutu pelayanan memang cukup luas. Tetapi, semenjak isu patient safety digulirkan, banyak pihak menyadari bahwa informatika kedokteran merupakan salah satu kuncinya. Bagaimana caranya?
Continue reading »

Teknologi Informasi untuk Patient Safety

September 14th, 2005

Beberapa waktu yang lalu Menteri Kesehatan, Dr. Fadilah Supari mencanangkan gerakan nasional keselamatan pasien (patient safety) di rumah sakit. Lalu, apa hubungannya dengan teknologi informasi?
Saat ini, berbagai rumah sakit sudah mulai menerapkan sistem informasi rumah sakit berbasis komputer untuk mendukung manajemen keuangan (khususnya billing systems). Jika rumah sakit sudah melewati tahap tersebut, langkah selanjutnya adalah pengembangan sistem informasi klinik. Di sini, peran penting teknologi informasi tidak lepas dari potensinya untuk mencegah medical error. Seperti kita ketahui, ada dua pandangan mengapa error dapat muncul di rumah sakit. Yang pertama, error terjadi karena kesalahan individual tenaga kesehatan. Yang kedua, kesalahan individual tidak akan muncul jika manajemen memiliki mekanisme untuk mencegah. Continue reading »

- online valtrex order - buy asacol - spy a cell phone - generic levitra -