Seminar tentang standar pertukaran data rekam medis elektronik 8 Juli 2011

June 10th, 2011

Meskipun belum banyak, beberapa rumah sakit di Indonesia sudah mulai menerapkan rekam medis elektronik. Tidak dipungkiri bahwa setiap rumah sakit memiliki strategi tersendiri dalam mengembangkannya. Bagi yang memiliki sumber daya yang tangguh, mereka mungkin akan mengembangkan sendiri (inhouse development). Tidak sedikit pula yang kemudian bekerjasama dengan pihak ketiga (baca vendor). Vendor pun juga bermacam-macam. Jika dulu orang hanya mengenal vendor sistem informasi rumah sakit yang secara umum menawarkan sistem billing (penagihan), kini bermacam vendor masuk ke rumah sakit. Ada yang mengkhususkan diri untuk menangani sistem informasi laboratorium,  pencitraan medis (medical imaging) sampai dengan business intelligence. Karena pada akhirnya data pasien harus divisualisasikan dalam satu tampilan, situasi ini menimbulkan pertanyaan, bagaimanakah pertukaran data dari berbagai sumber tersebut? Apa saja standar yang diperlukan agar sistem bisa saling bertukar (interoperabel) satu sama lain? Interoperabilitas tidak hanya dalam satu rumah sakit, bahkan mungkin juga antar rumah sakit.  Topik ini akan dibahas dalam seminar internasional mengenai standar pertukaran data rekam medis elektronik di RSCM pada 8 Juli 2011 nanti.  Info lebih lanjut terdapat di brosur di bawah ini.

Mengikuti AMIA Symposium 09

November 19th, 2009

Hari pertama

ID peserta dan buku program

ID peserta dan buku program

Ini kali pertama ikut AMIA Symposium (berarti berharap mau ikut lagi?). Acaranya cukup besar, jauh lebih besar daripada acara informatika kedokteran yang pernah aku ikuti sebelumnya. Sampai tadi siang peserta yang terdaftar 1900 orang. Besok mungkin akan masih bertambah lagi. Sayang aku datang sudah siang, jadi nggak bisa ikut berbagai tutorial. Maklum…datangnya serba dengan gedubragan. Tadi pagi datang langsung mendaftar di tempat (onsite) sekalian menjadi member AMIA selama 18 bulan. Lumayan, di CV bisa ditulis member AMIA dalam perhimpunan yang diikuti. Sebelumnya khan selalu kosong.

Continue reading »

Standar pendidikan dokter, kompetensi dokter dan informatika kedokteran

January 17th, 2007

Beberapa waktu yang lalu saya mendapatkan dokumen Standar Pendidikan Dokter dan Kompetensi Dokter dari mas dr. Yoyo Suhoyo, staf muda di Bagian Pendidikan Kedokteran UGM. Dokumen ini disusun oleh Konsil Kedokteran Indonesia (KKI). Terus terang saya belum tahu apakah dokumen ini sudah final atau masih draf. Disebutkan bahwa dokumen ini adalah amanat UU no 29 tahun 2004 tentang Praktek Kedokteran pasal 27 tentang perlunya Standar Pendidikan Dokter untuk mendukung pendidikan kedokteran yang berbasis kompetensi dan sesuai dengan standar. Standar yang disusun tersebut masih memberikan keleluasaan bagi masing-masing fakultas untuk melakukan penyesuaian dan tidak dimaksudkan sebagai penyeragaman. Yang menarik, acuan umum tentang standar ini mengikuti model WFME (World Federation of Medical Education) – yang sudah dipublikasikan sejak tahun 2000. Jika, ini baru diberlakukan sekarang, ya bisa dihitung sendiri gap antara pendidikan di sini dengan di luar. Bagaimanapun juga, saya menyambut gembira adanya dokumen tersebut.
Continue reading »

Belajar informatika keperawatan dari RSUD Banyumas

December 24th, 2006


Awalnya saya tidak percaya ketika diberitahu prof Hari bahwa RSUD Banyumas sudah menerapkan sistem informasi keperawatan berbasis komputer menggunakan NANDA, NIC dan NOC. Namun, ketidakpercayaan saya runtuh begitu saja saat menghadiri seminar “NANDA, NIC dan NOC: penerapannya dalam dokumentasi proses keperawatan berbasis komputer” di Hotel Rosenda Baturaden yang dilanjutkan dengan workshop di RSUD Banyumas pada 11-12 Desember 2006. Bagi yang belum familiar, ketiga singkatan tersebut kepanjangannya adalah North American Nursing Diagnosis Association, Nursing Intervention Classification dan Nursing Outcome Classification. Lebih detil mengenai ketiganya silakan berkunjung ke www.nanda.org. Ketiganya merupakan pendekatan sistematik untuk membuat klasifikasi diagnosis, intervensi dan keluaran (dampak) asuhan keperawatan. Jika mahasiswa kedokteran harus mengenal ICD (International Classification of Disease), demikian juga mahasiswa keperawatan pun harus mengenal ketiga istilah tersebut.
Continue reading »

Kontroversi teknologi informasi untuk mendukung gerakan keselamatan pasien (alias patient safety informatics jilid dua)

November 13th, 2006

Pada posting sebelumnya, saya bercerita mengenai success story Wan Fang Hospital dalam menerapkan gerakan keselamatan pasien dengan memanfaatkan teknologi informasi. Dengan diterapkannya CPOE(computerized physician order entry) yang dilengkapi dengan sistem pendukung keputusan, berbagai medical error dapat dicegah. Demikian juga, sistem pencatatan dan pelaporan error elektronik telah dirancang untuk mengidentifikasi dan menganalisis error yang terjadi secara cepat.
Continue reading »

Patient safety informatics (teknologi informasi untuk patient safety jilid dua)

November 4th, 2006

Alasan rumah sakit mengadopsi teknologi informasi secara umum meliputi tiga hal yaitu efisiensi, efektivitas dan mutu pelayanan. Billing systems merupakan contoh penerapan untuk mencapai tujuan pertama. Berbagai aplikasi fungsional seperti sistem informasi untuk rekam medis, farmasi maupun modul-modul fungsional lainnya untuk menjawab kebutuhan efektivitas. Nah, bagaimana dengan mutu? Aspek mutu pelayanan memang cukup luas. Tetapi, semenjak isu patient safety digulirkan, banyak pihak menyadari bahwa informatika kedokteran merupakan salah satu kuncinya. Bagaimana caranya?
Continue reading »

APAMI 2006 berakhir…..

October 31st, 2006

Kemarin, 30 Oktober 2006, kongres tiga tahunan perhimpunan informatika kedokteran se-Asia Pasifik (APAMI=Asia Pacific Association of Medical Informatics) berakhir. Sebenarnya, secara resmi kongres ditutup pada 29 Oktober, tetapi aku masih mengikuti kunjungan ke Wan Fang Taipei Municipal Hospital, sebelum meneruskan kunjungan ke Asia University di Taichung. Sebagai salah satu kelompok regional di bawah IMIA (International Medical Informatics Association), APAMI telah menyelenggarakan 4 kongres yang diselenggarakan di Singapura (1994), Sydney(1997), Hongkong(2000) dan terakhir Seoul(2003). APAMI berikutnya akan diselenggarakan di Jepang (2009). Ini sebenarnya kali kedua mengikuti kongres APAMI. Yang pertama, aku mendapatkan travel fund dari KC untuk datang ke Sydney, tanpa membuat paper. Sekarang, selain mendapatkan travel fund, paper yang kupresentasikan juga dapat award. Padahal juga nggak bagus-bagus amat. Continue reading »

Kontribusi sistem informasi terhadap informatika kedokteran

September 6th, 2006

Posting kali ini tentu tidak bertujuan untuk membuat jarak antara sistem informasi dengan informatika kedokteran. Bukan pula untuk menunjukkan bahwa bidang yang satu lebih unggul dibanding lainnya. Saya tertarik menulis ini setelah membaca artikel in press di Int J of Medical Informatics Juni 2006 yang berjudul Expanding multi-disciplinary aproaches to healthcare information technologies: What does information systems offer medical informatics?, tulisan Chiasson, Reddy M, Kaplan B, Davidson E. Berdasarkan track record salah satu penulisnya (Bonnie Kaplan), kita bisa melihat bahwa tulisan ini akan sangat diwarnai pendekatan sosioteknis.
Continue reading »

Teknologi Informasi untuk Patient Safety

September 14th, 2005

Beberapa waktu yang lalu Menteri Kesehatan, Dr. Fadilah Supari mencanangkan gerakan nasional keselamatan pasien (patient safety) di rumah sakit. Lalu, apa hubungannya dengan teknologi informasi?
Saat ini, berbagai rumah sakit sudah mulai menerapkan sistem informasi rumah sakit berbasis komputer untuk mendukung manajemen keuangan (khususnya billing systems). Jika rumah sakit sudah melewati tahap tersebut, langkah selanjutnya adalah pengembangan sistem informasi klinik. Di sini, peran penting teknologi informasi tidak lepas dari potensinya untuk mencegah medical error. Seperti kita ketahui, ada dua pandangan mengapa error dapat muncul di rumah sakit. Yang pertama, error terjadi karena kesalahan individual tenaga kesehatan. Yang kedua, kesalahan individual tidak akan muncul jika manajemen memiliki mekanisme untuk mencegah. Continue reading »

Peran Teknologi Informasi untuk Mendukung Manajemen Informasi Kesehatan di Rumah Sakit *

September 13th, 2005

A. Pendahuluan
Perkembangan teknologi informasi yang begitu pesat telah merambah ke berbagai sektor termasuk kesehatan. Meskipun dunia kesehatan (dan medis) merupakan bidang yang bersifat information-intensive, akan tetapi adopsi teknologi informasi relatif tertinggal. Sebagai contoh, ketika transaksi finansial secara elektronik sudah menjadi salah satu prosedur standar dalam dunia perbankan, sebagian besar rumah sakit di Indonesia baru dalam tahap perencanaan pengembangan billing system. Meskipun rumah sakit dikenal sebagai organisasi yang padat modal-padat karya, tetapi investasi teknologi informasi masih merupakan bagian kecil. Di AS, negara yang relatif maju baik dari sisi anggaran kesehatan maupun teknologi informasinya, rumah sakit rerata hanya menginvestasinya 2% untuk teknologi informasi. Continue reading »

- online valtrex order - buy asacol - spy a cell phone - generic levitra -