Reorienting personal health record research: focus to patient engagement?

April 25th, 2012

Dr. Tenforde et al[1] has proven the limitation of traditional personal health record (PHR) to improve the health quality of diabetes patients. Even though PHR users are having better quality profile, however it is assumed that such improvement was related more to their engagement with health not PHR use. Anyway, it is a positive evidence of PHR adoption, considering the difficulties of implementation and high risk of abandonment[2].

In the last five years, expanding growth of PHR publications appeared in Pubmed. Several factors have driven this trend. They include, but not limited to, increasing adoption of EMR by clinical providers, patients’ need to adopt and share health information, technological maturity of personal medical instrument and health data exchange, and the last but not least increasing mHealth applications and social media in health domain. Continue reading »

Inovasi TI untuk kenyamanan pasien

November 26th, 2011

Hari Minggu datang lagi. Sambil bermalas-malasan eh kesasar ke tulisan menarik di majalah Information Week – Healthcare yang memuat 10 profil  inovator TI dalam bidang  pelayanan kesehatan di negara pak Obama. Berbagai inovasi tersebut bermuara untuk meningkatkan efektivitas dan  efisiensi pelayanan dan serta keselamatan pasien. Caranya bermacam-macam,  misalnya,  penerapan rekam medis elektronik, smart room, perangkat mobil, analitik dan sejenisnya. Namun, ada satu yang cukup menarik, yaitu teknologi virtual reality dalam manajemen nyeri. Saat ini teknologi virtual dan augmented reality sudah banyak diterapkan dalam operasi. (Lihat lebih lanjut publikasi tahun 2001  di BMJ yang berjudul Virtual Reality in Surgery)   Continue reading »

Kuliah e-health, isinya apa ya?

November 24th, 2011

Seorang teman berkirim email, meminta saran. Dia akan mengisi tatap muka dengan topik e-health. Dalam emailnya disertakan kerangka dasar yang akan diberikan. Komentar saya: kerangka yang sudah dibuat cukup menarik. Karena diminta memberikan masukan, berikut ini adalah komentar yang saya berikan: Continue reading »

Point of care EMR reminder: 2-tiered or 3-tiered?

November 15th, 2011

Recent paper by  Loo and colleagues[1] presents successful combination of health information technology with innovative population care approach, called panel management, to significantly enhance preventive health care services for elderly. Electronic medical record reminder facilitated the team to contact elderly to undergo vaccination, health care proxy designation and bone density screening. This reminder is better than physician-directed reminders which increased vaccination rates only.

This study proves indispensable role of health information technology (HIT) in health care reform. Lesson from Massachusetts indicated that health care reform implied to increased numbers of administrative workers to support health care professionals[2]. Beside to alleviate administrative burden of the physicians, these staffs are potentially to be assigned as panel management team members.  While team members role has been described[3], unfortunately, how HIT could support panel management has not well defined. In this concern, we congratulate the authors for successfully filled the gap. Continue reading »

E-health di Indonesia: inovasi ya, evaluasi sedikit, regulasi lebih sedikit lagi

September 16th, 2009

Beberapa waktu yang lalu, penulis sempat mengikuti pertemuan yang diselenggarakan oleh PDSE (Pusat Data dan Surveilans Epidemiologi aka Pusat Data dan Informasi ) Depkes untuk membahas mengenai perkembangan e-health di Indonesia. Pertemuan tersebut sebenarnya bertujuan utama untuk mengisi formulir dari WHO mengenai kondisi e-health di setiap negara. Dalam diskusi hampir sehari tersebut terdapat wakil dari perguruan tinggi, praktisi manajemen informasi kesehatan, perwakian unit di Departemen Kesehatan, beberapa perhimpunan profesi, depkominfo serta tentu saja perwakilan dari WHO.

Continue reading »

Seminar E-healthcare di JIH 19 April 2008

April 14th, 2008

Teknologi informasi saat ini sudah menjadi bagian dari kehidupan dan bisnis modern, tidak terkecuali dalam pelayanan kesehatan. Dalam bidang pelayanan kesehatan, jargon yang sering digunakan adalah e-healthcare atau yang lebih luas lagi adalah e-health. Akan tetapi, sektor ini relatif jauh tertinggal dibandingkan bidang lainnya dalam mengadopsi teknologi informasi. Meskipun sudah semakin banyak yang mengadopsi (early adopters), ternyata pratek dan risiko kegagalan cukup besar. Oleh karena itu perlu dikaji bagaimana strategi adopsi dan implementasi untuk meminimalisir risiko kegagalan.  Minat Simkes S2 IKM FK UGM bekerjasama dengan JIH (Jogja International Hospital) akan membahasnya dalam suatu seminar E-Healthcare: Strategi Adopsi dan Implementasi Teknologi Informasi untuk Pelayanan Kesehatan pada Sabtu, 19 April 2008 di Auditorium JIH dari pukul 08.00 -13.30. Acara ini akan membahas topik berikut:

  • E-healthcare: mengadopsi teknologi informasi dalam pelayanan kesehatan (Prof. Hari Kusnanto, DrPh, Ketua Minat SIMKES UGM dan Dir. Program Studi S2 IKM UGM). Materi ini akan membahas konsep e-healthcare serta roadmap bagi organisasi pelayanan kesehatan untuk mengadopsi teknologi informasi sebagai bagian integral dalam proses bisnisnya.

  • Implementasi teknologi informasi di JIH (Bambang Pediantoro, SE, MM, Senior Manajer Umum & Keuangan JIH). Sebagai rumah sakit baru, JIH akan menyajikan strategi mereka dalam menerapkan teknologi informasi untuk mendukung pertumbuhan organisasi.

  • Computerized Physician Order Entry di Gadjah Mada Medical Centre (Prof. dr. Ali Gufron Mukti, MSc, PhD, Direktur Gadjahmada Medical Center). GMC adalah unit pelayanan managed care di lingkungan Universitas Gadjah Mada yang telah menerapkan komputerisasi untuk pencatatan data klinis secara langsung oleh dokter(computerized physician order entry). Materi ini akan menguraikan keberhasilan mendorong dokter sebagai pengguna langsung sistem berbasis komputer di tengah pesimisme bahwa dokter adalah pihak yang paling resisten terhadap TI.

  • Peran SMS dan internet dalam pelayanan laboratorium klinik (dr. Gideon Hartono, Dirut Apotik K-24 dan Hi-lab Diagnostik Center). Sebagai pemain baru dalam pelayanan laboratorium klinik, penyaji akan menguraikan strategi Hi-Lab diagnostik Center dalam mengintegrasikan peralatan laboratorium dengan database dan perangkat komunikasi sehingga dapat memberikan informasi secara cepat kepada konsumen sebagai salah satu nilai lebih (value added) dibandingkan kompetitor mereka.

  • Pengalaman penerapan teknologi informasi di RSUP Dr. Sardjito (dr. Gogot Suyitno, SpRad KN, RSUP dr. Sardjito, Jogjakarta). Sebagai rumah sakit tipe A pendidikan, RSUP Dr. Sardjito telah beberapa kali mengalami perubahan strategi dalam mengadopsi teknologi informasi dengan berbagai risiko dari segi biaya maupun inefektivitas pelayanan. Bahwa ehealthcare sangat dipengaruhi oleh faktor politis dan kemampuan SDM akan ditekankan di sini.

  • Adopsi dan implementasi TI dalam pelayanan kesehatan: mengapa sukses dan mengapa gagal (Anis Fuad, DEA, dosen SIMKES S2 IKM UGM). Materi ini akan membahas faktor-faktor keberhasilan dan kegagalan serta strategi untuk meminimalisir kegagalan dan meningkatkan peluang keberhasilan.

Kontribusi:
Mahasiswa S2 IKM UGM Rp 100.000,00
Alumni S2 IKM UGM Rp 150.000,00
Umum Rp 200.000,00

Info lebih lanjut:
Estu/Nia
Telp/Fax.(0274) 549432
Gedung IKM Lt. 3 (R.301) Fak.
Kedokteran UGM
Jl. Farmako, Bulaksumur, Yogyakarta
email:simkes@ugm.ac.id

catatan tanggung tentang seminar ehealth

February 8th, 2007

Sore ini, seminar tiga hari tentang E-health di Putrajaya Convention Centre, Kuala Lumpur berakhir. Secara keseluruhan seminar ini menarik. Berikut beberapa catatan yang sayang jika terbuang begitu saja:
-Kepentingan pengguna adalah segalanya saat mengembangkan inovasi TIK untuk pelayanan kesehatan. E-health sebisa mungkin mendorong pencapaian keakuratan sasaran tembak.
-Mendorong penggunaan perspektif lintas budaya untuk mengatasi tantangan dan berbagai masalah terkait dengan implementasi e-health
-Perlu dibentuk koordinator regional untuk standarisasi yang terkait dengan e-health (dari terminologi sampai ke peralatan). Rekomendasi ini sebenarnya memperkuat jejaring APAMI WG-2 serta keinginan untuk memperluas SNOMED CT agar dapat menampung nilai dan budaya timur.
-Salah satu kunci penguatan kapasitas (capacity building), potensi, prospek dan keterbatasan TIK perlu dikenalkan dalam kurikulum pendidikan kesehatan (kedokteran, keperawatan, kesehatan masyarakat dll). Dokumen dari KKI sudah menekankan hal tersebut. Tinggal menunggu implementasi dari fakultas.
-Perlu mempublikasikan pelatihan-pelatihan yang terkait dengan ehealth. Kami, di simkes sudah membuat beberapa jadwal dan rencana pelatihan. Jika ada saran, masukan dan kritik, terbuka lho….
-Selalu, aspek legal dari rekam kesehatan elektronik tetap harus diperhatikan
-Blogs merupakan salah satu media potensial untuk komunikasi kesehatan

aduh mau nambahin lagi ngantuk banget…. (nyambung lagi kalau sudah pulang ke rumah ah…). Juga pengin cerita sedikit tentang putrajaya, kebablasan naik kereta, mahalnya taksi hotel, blanja buku yang gagal, belajar dari para presentator profesional, pengalaman jadi chairman of the session, networking……

Prospek “Telemedicine” di Era 3G

December 19th, 2006

Meskipun kehadirannya disambut dengan penuh harap, kemampuan 3G untuk meningkatkan produktivitas masih diragukan (Kompas, 27/11/2006). Hal ini juga ditunjukkan oleh iklan 3G di teve yang tidak jauh-jauh dari entertainment dan fun. Manfaat 3G untuk aktivitas yang lebih serius (baca: meningkatkan produktivitas) belum dipromosikan secara optimal. Salah satunya adalah untuk telemedicine.

Telemedicine pada prinsipnya adalah penyelenggaraan pelayanan kedokteran secara jarak jauh. Bentuknya bisa bermacam-macam, ada yang berlangsung secara real time ada pula yang tidak (asynchronous).

Fungsinya pun bervariasi, dapat berupa telelearning (untuk mendukung pembelajaran/pendidikan kedokteran), telekonsultasi (konsultasi kedokteran jarak jauh dengan dokter spesialis atau yang lebih berpengalaman), sampai ke pelayanan kedokteran langsung seperti telesurgery (praktik bedah jarak jauh). Hampir semua spesialisasi dalam kedokteran dapat menerapkan telemedicine sehingga akan dikenal berbagai istilah seperti teleradiologi, telepsikiatri, telepatologi, sampai ke teledermatologi.

Lebih lanjut baca di Kompas 18 Desember 2006.

Web 2.0 dan mahasiswa keperawatan

November 22nd, 2006

Web 2.0 merupakan fenomena baru dunia Internet. Fatih Syuhud bahkan sudah mengutip tulisan John Markoff dari The New York Times tentang arah perkembangan berikutnya yaitu Web 3.0. Web 2.0 merupakan upaya menjadi web sebagai pusat dari semuanya, mulai dari informasi, hiburan, berita, cuaca, pengetahuan, podcast, sampai ke video streaming dan melibatkan fenomena sosial seperti wiki, blog, komunitas online seperti friendster, myspace, flickr, youtube dan lain-lain. Web 3.0 nanti diharapkan akan lebih canggih lagi sehingga akan menjadi rujukan bagi setiap individu dalam pengambilan keputusan personal (personal adviser).
Continue reading »

Smart Card untuk Asuransi Kesehatan di Taiwan

November 2nd, 2006

Salah satu pengalaman berharga dari kunjungan ke Taiwan kemarin adalah melihat implementasi smart card untuk asuransi kesehatan dan berdiskusi dengan salah satu anggota tim yang merancangnya yaitu Prof Chien-Tsai Liu dari Graduate Institute of Medical Informatics, Taiwan Medical University.
Continue reading »

- online valtrex order - buy asacol - spy a cell phone - generic levitra -