FIKI 2013: Sistem Informasi Kesehatan untuk Menyukseskan Jaminan Kesehatan Nasional

December 31st, 2012
INDONESIA HEALTH INFORMATICS FORUM 2013  
Universitas Dian Nuswantoro Semarang , 22 – 24 April 2013
Sekretariat: Jl.Imam Bonjol 207 Semarang 50131, Telp (024)3517261, Fax (024)3569684

Web: http://fkm.dinus.ac.id/fiki, email : fiki.dinus@gmail.com

“Health Information System to Succeed the Enactment of INA-Medicare (Jaminan Kesehatan Nasional)”  
Setelah sukses digelar di Yogyakarta (2010) dan Jakarta (2011), Forum Informatika Kesehatan akan hadir kembali pada 22-24 April 2013 di Semarang. Dengan mengangkat tema ”Sistem Informasi Kesehatan untuk Mensukseskan Jaminan Kesehatan Nasional”, FIKI mengundang para pengambil kebijakan, praktisi, peneliti, mahasiswa, pemerhati dan segenap pemangku kepentingan untuk hadir, berdiskusi dan membangun jejaring untuk berkontribusi dalam membangun sistem kesehatan Indonesia yang lebih baik.

Selain agenda di  bawah ini, kami mengundang  pengiriman paper dan poster untuk dipresentasikan dan dimuat dalam prosiding. Makalah yang terpilih akan dimuat pada Jurnal Manajemen Pelayanan Kesehatan (Terakreditasi Nasional) edisi akhir tahun 2013. Selain itu masih terbuka kesempatan Sponsorship untuk mendukung FIKI 2013

 

Pra-Konferensi: 22 April 2013

 
Peserta dapat mengikuti kunjungan atau workshop pada hari pra-konferensi

Kunjungan

Peserta dapat melihat secara langsung dan berdiskusi mengenai penerapan sistem/teknologi informasi di RS Kariadi, RS Telogorejo dan Puskesmas Halmahera/Puskesmas Bangetayu*

Workshop

Peserta dapat memilih salah satu dari beberapa workshop: Case Mix, Sikda Generik, Data Mining, Open MRS

Sign Up Now

Call Parer Topic

Konferensi

 
Keynote Speaker : Menteri Kesehatan RI

The effort of Ministry of Health to succeed the enactment of Indonesia Universal Health Coverage based on Health Information System (e-health for Universal Health Coverage on 2014)

 

Plenary A. Global Moves towards Universal Health Coverage and Needs of Strong Health Information System

Moderator DJSN, Discussant: AeHIN

  • The needs of strong HIS for UHC (Jyotsna Chikersal, WHO SEARO)
  • IT-based enrollment system and eligibility checking mechanism in Thailand (Mrs. Netnapis Suchonwanic- National Health Security Office Thailand) 
  • The role of IT to support UHC in Korea: historical and future perspective (Prof Soonman Kwon, Seoul National University)

 

Plenary B. Requirement of Reliable HIS for UHC

  • Health Standard and  Interoperability: Recipe for resources constraint setting (Ramesh Krisnamurthy-WHO)
  • Collaborative and Evaluation Requirement Development Methodology (CDRM) (Kate Wilson-Joint Learning Network)
  • Enterprise Architecture for Health Insurance (Dr.Alvin Marcelo-Philipina)

 

Plenary C. Meaningful use of HIS to support UHC

  • Monitoring and Evaluation Platform of Universal Health Coverage (Boonchai Kijsanayotin MD PhD, MOPH-Thailand)
  • Meaningful Use of Taiwan National Health Insurance Research Database for Health System Strengthening (Cheng-hua Lee M.D.,Dr.PH-Taiwan Bureau National Health Insurance)
  • Monitoring and Evaluation Planning for Universal Health Coverage in Indonesia (dr. Jane Soepardi-Kepala Pusdatin Kemenkes RI)

 

Roadmap Indonesia untuk mencapai universal health coverage(Prof.dr.Ali Ghufron Mukti M.Sc.,Ph.D)

 

Pleno D. Bagaimana mengimplemantasikan Universal Health Coverage di Indonesia

  • Sistem dan Teknologi Informasi untuk mendukung Jamkesmas (PPJK-Kemenkes RI)
  • Roadmap IT BPJS
  • Pengalaman Sektor Lain dalam Menjamin Legalitas Klaim Elektronik (Kemenkominfo)
  • Potensi NIK sebagai penanda unik di kesehatan (Kemendagri)

 

Paralel I . Presentasi Paper

 

Paralel II. Strategi Organisasi Profesi dan Institusi Kesehatan untuk Mendukung Implementasi Universal Health Coverage

  • Paralel A. Kesiapan Organisasi Profesi (IDI, PORMIKI, IAKMI)
  • Paralel B. Pengalaman Implementasi e-Health di Pelayanan Kesehatan (RS Telogorejo, RSUP Dr. Kariadi, Dinkes Prop. Jateng)

 

 

Pleno D. Kesiapan Institusi Pendidikan Kesehatan & TI dalam Mendukung UHC

  • Kesiapan Pendidikan Profesi Kesehatan Masyarakat untuk Mendukung Implementasi UHC (AIPTIKMI)
  • Kesiapan Pendidikan Profesi Perekam Medis untukMendukung Implementasi UHC (APTIRMIK)
  • Peran Pendidikan IT untuk perkembangan e-Health (Rektor UDINUS)
  • Pengembangan Kurikulum Informasi Kesehatan (Simkes FK UGM)

General Information Agenda

 

Call for paper and poster

 
1.        Pendaftaran paper dan poster :1 November – 31 Januari 2013 melalui http://fkm.dinus.ac.id/fiki/

2.        Pengumuman paper yang diterima : 9 Februari 2013

3.        Pengiriman paper dan poster yang sudah direvisi & pembayaran :  9-14 Februari 2013

4.        Pemberian penghargaan paper dan poster terbaik : 24 April 2013

5.        Registrasi Peserta Konferensi paling lambat : 31 Maret 2013

         
Contact person:

Nurjanah : +628156577170

Oka : +6285643025169

Ketua Panitia FIKI 2013

Eti Rimawati, M.Kes

Email :erihamas@yahoo.com

Website :http://fkm.dinus.ac.id/fiki/

 

Agenda Forum Informatika Kesehatan Indonesia 2010

October 9th, 2010

Rangkaian acara Forum Informatika Kesehatan Indonesia 2010

21-22  Oktober 2010:

  • Workshop OpenMRS di FK UGM
  • Workshop Healthmapper  di FK UGM

23 Oktober 2010: field visit tentang Sistem Informasi Kesehatan di Dinkes Purworejo, GMC dan RS Bethesda

25-26 Oktober 2010: Seminar bertempat  di Hotel Santika Jogja. Continue reading »

SIK untuk Jaminan Kesehatan Nasional

March 31st, 2010

Penundaan kunjungan Presiden AS Barack Obama ke Indonesia akhir Maret ini tidak sia-sia dengan dimenangkannya voting UU Reformasi Kesehatan di Kongres. Meskipun tidak berimbas secara langsung, peristiwa tersebut telah menginspirasi kebijakan kesehatan di negeri yang pernah ditinggali oleh Obama selama 4 tahun ini. Hal ini terbukti dari penegasan Menteri Kesehatan tentang keseriusan pemerintah Indonesia untuk memenuhi hak setiap warga negara dalam memperoleh jaminan sosial yang meliputi jaminan kesehatan, jaminan kecelakaan kerja, jaminan hari tua, jaminan pensiun, dan jaminan kematian. Depkes saat ini sedang mempersiapkan berbagai infrastruktur untuk Jaminan Kesehatan Sosial Nasional. (Kompas, 25 Maret 2010). Continue reading »

Berapa banyak Puskesmas yang telah mengadopsi sistem informasi puskesmas berbasis komputer?

October 31st, 2009

Barusan, saya mendapat pertanyaan dari Alvin Marcelo, dokter aktivis informatika kesehatan/FOSS sekaligus dokter bedah di UP. Pertanyaannya, “Anis, in your estimate, how many simpus implementations are out there in Indonesia?”. Hmm..njawabnya gampang. Bener tidaknya nggak tahu he..he.he. Pertanyaan ini didasari oleh kekagetan Alvin di GCOS saat bertemu   Jojok yang telah berpengalaman menjelajah NKRI untuk jualan dan melatih Simpus Jojok.  Survei GDS (Governance and Decentralization Survey) yang mengambil sampel di beberapa provinsi dan kabupaten mencatat sekitar 80% puskesmas telah dilengkapi dengan komputer.

Lalu, tentang jawaban dari pertanyaan tadi?  Perkiraanku, maksimal 2000 puskesmas telah dilengkapi dengan sistem informasi berbasis komputer. Kalau ternyata lebih, wah senang sekali. Rinciannya bagaimana? Jojok di 400an puskesmas (atau lebih?), Dinkes Ngawi dan Dinkes Purworejo telah menerapkan di beberapa daerah lain. Simkes IKM FK UGM dengan Wonosobo dan Sleman serta beberapa daerah lain yang sedang berjalan. GTZ dengan SimpusNAD (di Aceh) dan Siskes (NTB dan NTT). Beberapa kabupaten lain yang bekerjasama dengan vendor (seperti Exindo di DIY dan lainnya).  Ada juga yang bekerjasama dengan universitas (FKM Unud, ITB, FKM UI, lainnya?).

Dari sinilah, sebenarnya perlu disepakati tentang standar pertukaran data. Pertukaran data perlu dibedakan antara pertukaran data individual dan pertukaran data program. Ini saatnya (sebelum semakin terlambat), Pusdatin dan Binkesmas mengambil peran sebagai leader dan bekerjasama dengan berbagai pihak untuk menyepakati mengenai standar tersebut.

Pemilu dan SIKDA

April 13th, 2009

Apa hubungannya? Ya, di sini beberapa kali aku menyinggung mengenai SIKDA (sistem informasi kesehatan daerah) baik berkaitan dengan seminar, penerapan di lapangan serta gagasan pengembangan lebih lanjut. Tetapi, tentang pemilu? Aku khan juga warga negara yang berhak mengikuti pemilu. Nah, sayangnya, dalam pemilu 2009 aku tidak bisa ikut men-contreng karena namaku tidak tercatat di DPT. Continue reading »

Tidak sekedar paperless, wireless, filmless….

March 23rd, 2009

 

Meskipun relatif terlambat daripada sektor lainnya, rumah sakit secara perlahan-lahan akhirnya  mengadopsi teknologi informasi. Alasan pertama berinvestasi teknologi informasi biasanya adalah efisiensi, sehingga jenis aplikasi yang diutamakan biasanya adalah billing systems, inventory maupun fungsi transaksional lainnya. Jika tahapan awal ini berjalan dengan baik, teknologi informasi akan mendapatkan tempat untuk bermain di sektor klinis. Pengembangan sistem informasi klinis merupakan suatu tantangan menarik, tidak hanya bagi para vendor (pengembang sistem informasi) tetapi juga bagi pihak rumah sakit itu sendiri. Sehingga tidaklah heran, bahwa masih sedikit rumah sakit yang memiliki aplikasi rekam medis elektronik. Kalaupun ada, sebagian besar masih berupa data diagnosis pasien, tidak lebih dari itu. Continue reading »

Mau ngumpulin dedengkot komputerisasi puskesmas

January 20th, 2009

SIMKES Prodi S2 IKM FK UGM berencana mengumpulkan para praktisi yang terlibat dalam pengembangan komputerisasi di puskesmas maupun dinas kesehatan.  Ini masih draft, mungkin nanti bisa berubah. 

Sosioteknis dalam penerapan komputerisasi puskesmas dan dinas kesehatan

Sabtu, 14 Februari 2009 

Pendahuluan

Sudah tidak diragukan lagi, bahwa teknologi informasi dan komunikasi saat ini merupakan bagian penting dalam pelayanan kesehatan. Diperkirakan 80% puskesmas di Indonesia saat ini sudah menggunakan komputer (survey GDS-Worldbank, 2006). Akan tetapi, sebagian besar belum menggunakan secara optimal baik dari aspek teknis maupun non teknis (aspek sosioteknis). Dalam berbagai jurnal dan buku teks disebutkan bahwa persoalan klasik sering ditemukan seperti kapasitas SDM, leadership pimpinan puskesmas dan dinas kesehatan, ketersediaan teknologi, insentif dan lain sebagainya.

 Namun demikian, belum banyak yang mengungkapkan persoalan di lapangan serta strategi mengatasinya secara mendetail. Seminar setengah hari yang bertopik Sosioteknis dalam penerapan komputerisasi di puskesmas dan dinas kesehatan merupakan wahana yang tepat untuk saling bertukar pengalaman dan pengetahuan dalam penerapan komputerisasi di puskesmas dan dinas kesehatan baik dari aspek teknologi maupun sosial. 

 Tujuan

Seminar setengah hari ini bertujuan untuk:

  • Mendiskusikan perkembangan tekini aspek teknologi informasi dan komunikasi serta prospeknya bagi manajemen data/informasi di puskesmas dan dinas kesehatan
  • Membahas pengalaman implementasi komputerisasi di puskesmas dan dinas kesehatan serta strategi mengatasi kendala dari segi sosial politis maupun manajerial

 Sasaran

Peserta yang diharapkan hadir dalam seminar ini adalah:

  • Kepala puskesmas
  • Pejabat struktural di dinas kesehatan yang sedang merencanakan pengembangan sistem informasi puskesmas dan dinas kesehatan
  • Vendor pengembang aplikasi teknologi informasi kesehatan
  • Mahasiswa prodi S2 IKM
  • Umum
Jadwal kegiatan (pembicara belum dikonfirmasi semua, tunggu updatenya)

07.30-08.00     registrasi

08.00-08.15     Pembukaan

Sesi 1: Aspek teknologi

Raharjo, ST (Freelance programmer, telah melatih penerapan software SIMPUS di berbagai daerah di Indonesia) : Komputeriasi Puskesmas: Stand alone, multiuser, desktop atau web-based? 
Anis Fuad, DEA           : Dari transaksional ke public health intelligence
Erwin (Dinkes Purworejo) : Manajemen teknologi informasi di puskesmas dan dinas kesehatan
Pembahas: Surahyo, B.Eng, M.Eng.Sc

Sesi 2: Aspek sosial

Dr. Pudjo (mantan Kadinkes kab. Ngawi): Leadership dalam pengembangan SIKDA      
Drg. Rina  (Kasie SIK Dinkes Wonosobo) : Aspek politis pengembangan SIKDA
Pembahas: Prof.dr. Hari Kusnanto, Dr.PH

 

Problem pengelolaan data di dinas kesehatan kabupaten

January 7th, 2009

Dua hari ini saya bersama-sama staf SIMKES bermain-main ke dinas kesehatan kabupaten untuk membantu mencari alternatif mengintegrasikan database. Istilah database di dinas kesehatan mungkin maksudnya sama dengan istilah “bank data” yang sering didengung-dengungkan oleh Pusdatin. Dari segi infrastruktur, kantor dinas kesehatan sudah lama memiliki jaringan LAN. Di setiap seksi juga sudah tersedia komputer, meskipun tidak setiap pemegang program (staf seksi) memiliki komputer sendiri-sendiri. Di setiap bidang pun juga terdapat laptop, meskipun tidak selalu tergabung ke dalam jaringan.  Dulu, melalui jaringan LAN pernah dicoba sharing folder, tetapi tidak berjalan lama, kemudian macet sama sekali. Beberapa waktu sebelumnya, teman-teman kami menemukan beberapa kerusakan di hub yang menyebabkan jaringan tidak terkoneksi.

Continue reading »

Berkunjung ke Ngawi

June 16th, 2008

Salah satu bagian yang menyenangkan dari pekerjaan saya adalah travelling. Kamis (12/8/2008) kemarin, ditemani Arif dan Hafidz, kami berjalan-jalan ke Ngawi. Seharusnya, kami berangkat dari kampus jam 5 pagi. Tetapi, saya terlambat menjemput mereka (kebiasaan he..he..he..), sehingga baru berangkat dari kampus jam 5.30. Kunjungan ini sudah saya rencanakan satu minggu yang lalu terinspirasi dari popularitas Dinkes Ngawi dalam menerapkan sistem informasi puskesmas. Saya pernah ketemu dengan dr. Pudjo (Kadinkes Ngawi) beserta drg. Endah (kepala Puskesmas Mantingan yang juga bu Pudjo) tahun 2005 di Padang di sebuah workshop tentang SIMPUS yang diselenggarakan oleh Binkesmas Depkes (pak Kuning Triadi cs). Saya juga pernah bertemu dengan bu Sri (sekretariat Dinkes) dalam suatu acara berkaitan dengan sistem informasi kesehatan yang diselenggarakan oleh teman-teman dari Dinkes Prov Jawa Timur (mas Hakky cs). Continue reading »

Apa kabar rekam medis elektronik?*

April 24th, 2008

Komputerisasi rekam medis sebenarnya bukan sesuatu yang baru. Pada tahun 1994, MMR UGM pernah mengadakan seminar bertajuk “Menuju komputerisasi rekam medis”. Saat ini, di klinik yang khusus melayani para pegawai dan mahasiswa di UGM (GMC= Gadjah Mada Medical Centre) dokternya tidak lagi menggunakan status rekam medis kertas. Mouse dan keyboard sudah menggantikan pena untuk mencatat gejala, hasil observasi, diagnosis sampai dengan pengobatan (lihat catatan Dani Iswara tentang CPOE di GMC). Namun, hingga kini hanya klinik tersebut satu-satunya fasilitas kesehatan yang menggunakan rekam medis elektronik (RME) di Jogja. Meski hanya untuk melayani pasien rawat jalan, itu sudah lumayan.

Pada dasarnya rekam medis elektronik adalah penggunaan metode elektronik untuk pengumpulan, penyimpanan, pengolahan serta pengaksesan rekam medis pasien di rumah sakit yang telah tersimpan dalam suatu sistem manajemen basis data multimedia yang menghimpun berbagai sumber data medis. Dalam UU Praktik Kedokteran penjelasan pasal 46 ayat (1), yang dimaksud dengan rekam medis adalah berkas yang berisi catatan dan dokumen tentang identitas pasien, pemeriksaan, pengobatan, tindakan dan pelayanan lain yang telah diberikan kepada pasien. Pengertian yang sama juga digunakan pada Permenkes 269/2008. Jenis data rekam medis dapat berupa teks (baik yang terstruktur maupun naratif), gambar digital (jika sudah menerapkan radiologi digital), suara (misalnya suara jantung), video maupun yang berupa biosignal seperti rekaman EKG.
Continue reading »

- online valtrex order - buy asacol - spy a cell phone - generic levitra -