Inovasi TI untuk kenyamanan pasien

November 26th, 2011

Hari Minggu datang lagi. Sambil bermalas-malasan eh kesasar ke tulisan menarik di majalah Information Week – Healthcare yang memuat 10 profil  inovator TI dalam bidang  pelayanan kesehatan di negara pak Obama. Berbagai inovasi tersebut bermuara untuk meningkatkan efektivitas dan  efisiensi pelayanan dan serta keselamatan pasien. Caranya bermacam-macam,  misalnya,  penerapan rekam medis elektronik, smart room, perangkat mobil, analitik dan sejenisnya. Namun, ada satu yang cukup menarik, yaitu teknologi virtual reality dalam manajemen nyeri. Saat ini teknologi virtual dan augmented reality sudah banyak diterapkan dalam operasi. (Lihat lebih lanjut publikasi tahun 2001  di BMJ yang berjudul Virtual Reality in Surgery)   Continue reading »

Akhirnya datang juga: Google Health

May 21st, 2008

Yang ditunggu oleh kalangan kesehatan datang juga. Aplikasi Google untuk rekam kesehatan personal (atau personal health record), Google Health telah diluncurkan versi betanya. Silakan mencoba sendiri di google.com/health/. Menggunakan standar CCR (Continuity of Care Record), Google Health memberi kesempatan kepada provider kesehatan untuk bertukar data rekam medis dengan aplikasi ini. Artinya, pemilik rekam kesehatan personal dapat mengeksport data rekam medis ke provider kesehatan demikian juga sebaliknya. Jika pengetahuan semakin diperkaya, nampaknya Google Health akan menjadi media pengingat kebutuhan pelayanan kesehatan perorangan. Sama seperti setiap hari saya selalu diingatkan tentang jadwal besok pagi oleh Google, suatu saat mungkin Google akan mengingatkan saya tentang perlunya cek kesehatan tertentu.

Yang seneng ngoprek, silakan bermain API Google Health yang infonya terdapat di http://code.google.com/apis/health/

Desa siaga: pemberdayaan, sistem informasi dan kelembagaan

February 11th, 2007

Satu jam yang menyenangkan membicarakan desa siaga. Di ruang Simkes yang sempit, Sabtu kemarin kami mengundang mbak Budi Wahyuni, dr. Kristiani, drg. Senik Windyati, mas Arie Sujito dan pak Haryanto untuk sekedar ngobrol tentang desa siaga (istilah lain untuk rapat koordinasi seminar dan menyamakan persepsi). Bu Kris pertama kali menyampaikan bahwa tujuan program ini adalah untuk meningkatkan kemampuan masyarakat dalam mendeteksi dan mengatasi masalah kesehatan desa secara mandiri. Lontaran tajam pertama dari mbak Budi yang mencurigai bahwa program desa membawa pesan implisit bahwa pemerintah akan melepaskan (alias “ngeculke”) tanggung jawab finansial pemerintah dalam mewujudkan kesehatan kepada masyarakat. Memang tidak dipungkiri bahwa sehat tidak hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi masyarakat sendiri juga berperan. Sehingga, pemberdayaan masyarakat merupakan salah satu kunci. Menurut mas Arie, pemberdayaan bukanlah sulapan. Memberdayakan masyarakat berarti memberikan informasi kesehatan yang tepat dan lengkap kepada masyarakat, agar mereka mengerti tentang baik-buruknya alternatif yang tersedia serta bertanggung jawab terhadap pilihannya.
Continue reading »

catatan tanggung tentang seminar ehealth

February 8th, 2007

Sore ini, seminar tiga hari tentang E-health di Putrajaya Convention Centre, Kuala Lumpur berakhir. Secara keseluruhan seminar ini menarik. Berikut beberapa catatan yang sayang jika terbuang begitu saja:
-Kepentingan pengguna adalah segalanya saat mengembangkan inovasi TIK untuk pelayanan kesehatan. E-health sebisa mungkin mendorong pencapaian keakuratan sasaran tembak.
-Mendorong penggunaan perspektif lintas budaya untuk mengatasi tantangan dan berbagai masalah terkait dengan implementasi e-health
-Perlu dibentuk koordinator regional untuk standarisasi yang terkait dengan e-health (dari terminologi sampai ke peralatan). Rekomendasi ini sebenarnya memperkuat jejaring APAMI WG-2 serta keinginan untuk memperluas SNOMED CT agar dapat menampung nilai dan budaya timur.
-Salah satu kunci penguatan kapasitas (capacity building), potensi, prospek dan keterbatasan TIK perlu dikenalkan dalam kurikulum pendidikan kesehatan (kedokteran, keperawatan, kesehatan masyarakat dll). Dokumen dari KKI sudah menekankan hal tersebut. Tinggal menunggu implementasi dari fakultas.
-Perlu mempublikasikan pelatihan-pelatihan yang terkait dengan ehealth. Kami, di simkes sudah membuat beberapa jadwal dan rencana pelatihan. Jika ada saran, masukan dan kritik, terbuka lho….
-Selalu, aspek legal dari rekam kesehatan elektronik tetap harus diperhatikan
-Blogs merupakan salah satu media potensial untuk komunikasi kesehatan

aduh mau nambahin lagi ngantuk banget…. (nyambung lagi kalau sudah pulang ke rumah ah…). Juga pengin cerita sedikit tentang putrajaya, kebablasan naik kereta, mahalnya taksi hotel, blanja buku yang gagal, belajar dari para presentator profesional, pengalaman jadi chairman of the session, networking……

Prospek “Telemedicine” di Era 3G

December 19th, 2006

Meskipun kehadirannya disambut dengan penuh harap, kemampuan 3G untuk meningkatkan produktivitas masih diragukan (Kompas, 27/11/2006). Hal ini juga ditunjukkan oleh iklan 3G di teve yang tidak jauh-jauh dari entertainment dan fun. Manfaat 3G untuk aktivitas yang lebih serius (baca: meningkatkan produktivitas) belum dipromosikan secara optimal. Salah satunya adalah untuk telemedicine.

Telemedicine pada prinsipnya adalah penyelenggaraan pelayanan kedokteran secara jarak jauh. Bentuknya bisa bermacam-macam, ada yang berlangsung secara real time ada pula yang tidak (asynchronous).

Fungsinya pun bervariasi, dapat berupa telelearning (untuk mendukung pembelajaran/pendidikan kedokteran), telekonsultasi (konsultasi kedokteran jarak jauh dengan dokter spesialis atau yang lebih berpengalaman), sampai ke pelayanan kedokteran langsung seperti telesurgery (praktik bedah jarak jauh). Hampir semua spesialisasi dalam kedokteran dapat menerapkan telemedicine sehingga akan dikenal berbagai istilah seperti teleradiologi, telepsikiatri, telepatologi, sampai ke teledermatologi.

Lebih lanjut baca di Kompas 18 Desember 2006.

Web 2.0 dan mahasiswa keperawatan

November 22nd, 2006

Web 2.0 merupakan fenomena baru dunia Internet. Fatih Syuhud bahkan sudah mengutip tulisan John Markoff dari The New York Times tentang arah perkembangan berikutnya yaitu Web 3.0. Web 2.0 merupakan upaya menjadi web sebagai pusat dari semuanya, mulai dari informasi, hiburan, berita, cuaca, pengetahuan, podcast, sampai ke video streaming dan melibatkan fenomena sosial seperti wiki, blog, komunitas online seperti friendster, myspace, flickr, youtube dan lain-lain. Web 3.0 nanti diharapkan akan lebih canggih lagi sehingga akan menjadi rujukan bagi setiap individu dalam pengambilan keputusan personal (personal adviser).
Continue reading »

Google Health: fitur Google untuk pencari informasi kesehatan

July 3rd, 2006

Kategori: informatika kedokteran

Google tidak henti-hentinya membuat inovasi. Setelah meluncurkan Google Spreadsheet, saat ini Google sedang menguji calon produk terbarunya yaitu Google Health. Sebagaimana telah dibahas oleh beberapa weblog, fitur terbaru ini memang dimaksudkan bagi pengguna Internet agar lebih mudah mencari informasi kesehatan.

Melalui fitur ini, setiap kali kita memasukkan istilah kesehatan, Google akan akan menambahkan beberapa kategori untuk memfilter hasil pencarian. Kategori filter yang sudah tersedia meliputi terapi (Treatment), gejala (Symptoms), tes/diagnosis (Test/diagnosis), sebab/faktor risiko(Cause/risk factors), untuk pasien(For patients), untuk profesional kesehatan (For health professionals), dari otoritas kesehatan(From medical authorities) dan kedokteran alternatif (Alternatif medicine). Meskipun masih digodog di laboratorium, fitur ini sudah dapat dicoba di http://64.233.167.99/.

Dalam beberapa weblog dibahas, fitur Google Health merupakan variasi dari Google Coop. Yang menarik, pada akhir tahun kemarin, Dean Giustini, seorang pustakawan di Kanada, pernah menulis di jurnal kedokteran terkemuka British Medical Journal mengusulkan agar Google menyediakan aplikasi untuk memfasilitasi pencarian informasi kesehatan. Dia menyebutnya sebagai Google Medicine.

Untuk pengguna biasa
Pertanyaannya adalah, apakah fitur ini akan mampu memenuhi kebutuhan pengguna Internet terhadap informasi kesehatan? Jika pertanyaan ini diajukan kepada mereka yang berbahasa Inggris (dan khususnya di AS) jawabannya diharapkan positif. Di Amerika Serika, dengan pengguna Internet hampir mencapai 100 juta, separuhnya menggunakan Internet untuk mencari informasi kesehatan. Aktivitas online ini merupakan urutan ketiga setelah menggunakan email dan mencari produk atau jasa untuk dibeli secara online. Pertanyaan kedua, apakah link yang disediakan oleh Google Health menyajikan informasi yang benar (menurut ilmu pengetahuan kedokteran) dan dapat dipercaya? Seperti diketahui, tidak sedikit situs di Internet yang menyajikan informasi kesehatan yang diragukan kebenarannya, bahkan menyesatkan. Penjelasan Google mengenai kriteria filterisasi serta mutu informasi yang terkandung di dalamnya tentu sangat diharapkan.

Bagi pengguna Internet di Indonesia, yang jumlahnya masih terbatas, apalagi tidak english literate, nampaknya prospeknya tidak secerah itu. Apalagi situs kesehatan berbahasa Indonesia masih terlalu sedikit. Ketika baru-baru ini Menhan Juwono Sudarsono membuat blog dan menulisnya dalam bahasa Inggris, beberapa pengunjungnya berkomentar agar dibuat dalam dua bahasa.

Mungkin, suatu saat fasilitas ini akan digabungkan dengan Google translate agar memudahkan pencarian lintas bahasa. Sehingga, jangan coba-coba deh memasukkan batuk atau pusing, dijamin Google tidak akan mengenalinya sebagai istilah kesehatan.

Untuk profesional kesehatan
Google Health juga memberikan fitur khusus bagi para profesional kesehatan. Jika pada filter pencarian kita klik untuk profesional kesehatan, akan muncul filter baru yaitu panduan penatalaksanaan (practice guideline), paparan untuk pasien (patient handout), pendidikan berkelanjutan dan uji klinis (clinical trial). Ini memang menyerupai filterisasi pada database kedokteran/kesehatan online terkemuka, Medline (http://www.pubmed.gov).

Namun, Google Health masih terlalu sederhana dibandingkan dengan Medline. Sebagai contoh, Google Health tidak mengenal MeSH (Medical Subject Heading). MeSH adalah kata kunci bagi berbagai istilah kesehatan yang berbeda tetapi sebenarnya sama. Dengan menggunakan Medline, profesional kesehatan dapat mencari semua abstrak yang membahas tentang serangan jantung baik yang ditulis menggunakan istilah heart attack, myocardial infarction atau cardiac arrrest asalkan menggunakan MeSH myocardial infarction. Sehingga, meskipun fasilitas ini mungkin juga akan digunakan oleh profesional kesehatan, tetapi sebagai panduan terapi, mereka masih lebih mempercayai jurnal daripada materi yang dimuat di situs yang tidak melalui review. Dalam hal ini, Google Scholar mungkin lebih membantu.

Meskipun tidak seistimewa fitur lain (seperti Google Maps), secara umum fitur ini layak dicoba. Selamat berhidup sehat bersama Google Health.

Tembakau: Berbahaya Dalam Bentuk dan Samaran Apapun

May 30th, 2006

Sehubungan dengan peringatan Hari Tanpa Tembakau Sedunia 2006 yang jatuh pada tanggal 31 Mei 2006, maka kami, penulis blog yang peduli dengan masalah ini, bermaksud untuk memperingatkan kita semua akan bahaya tembakau:

1. Memperingatkan kita semua bahwa tembakau BERBAHAYA DALAM BENTUK APAPUN. Rokok, rokok pipa, bidi, kretek, rokok beraroma cengkeh, snus, snuff, rokok tanpa asap, cerutu…semuanya berbahaya.

2. Memperingatkan kita semua bahwa tembakau dalam jenis, nama dan rasa apapun sama bahayanya. Tembakau BERBAHAYA DALAM SAMARAN APAPUN. Mild, light, low tar, full flavor, fruit flavored, chocolate flavored, natural, additive-free, organic cigarette, PREPS (Potentially Reduced-Exposure Products), harm-reduced… semuanya berbahaya. Label-label tersebut TIDAK menunjukkan bahwa produk-produk yang dimaksud lebih aman dibandingkan produk lain tanpa label-label tersebut.

3. Menuntut Pemerintah Republik Indonesia untuk sesegera mungkin meratifikasi WHO Framework Convention on Tobacco Control (WHO FCTC) demi kesehatan penerus bangsa. Indonesia adalah satu-satunya negara di Asia yang belum menandatangani perjanjian Internasional ini.

Internet, 31 Mei 2006

Tertanda,

anis

links:
Hari Tanpa Tembakau Sedunia 2006: Call for Action
World No Tobacco Day 2006

- online valtrex order - buy asacol - spy a cell phone - generic levitra -