Tenaga SIK, siapakah dia?

January 28th, 2012

“Tenaga SIK, maksudnya tenaga yang sick?” celetuk Prof Eko Indrajit, saat dr. Jane Supardi menanyakan terminologi yang lebih baik SDM atau tenaga SIK. Saat ini memang hanya tenaga rekam medis yang dikenal sebagai satu-satunya tenaga kesehatan yang terkait dengan aktivitas sistem informasi kesehatan. Sebenarnya ada profesi lainnya yaitu statistisi, pranata komputer, arsiparis tetapi ini bukan tenaga kesehatan. Tenaga epidemiologis juga sangat dekat dengan SIK. Pertanyaan pentingnya adalah apakah perlu diusulkan terminologi khusus tenaga SIK? Kalau ya, apa alasannya, mengapa jenis tenaga saat ini tidak bisa memenuhi harapan? Kemudian, apa kompetensi serta kualifikasi pendidikan dan pelatihannya? Hal inilah yang menjadi salah satu topik pembahasan pada waktu diskusi di Pusdatin pada 26 Januari lalu.

Kami bertiga, Lutfan, Gugu dan saya, memang merencanakan pertemuan di Pusdatin untuk melaporkan kegiatan kerjasama Simkes-GIZ-Pusdatin untuk menguatkan sistem informasi kesehatan. Dalam kurun waktu satu tahun ada beragam akvitas yang telah diselenggarakan yaitu: Forum Informatika Kesehatan Indonesia (2010 dan 2011), tracer study alumni Simkes UGM,  kunjungan assessor dari Taipei Medical University untuk menilai kurikulum di Simkes, merintis penerbitan Journal Information System for Public Health sampai dengan pelatihan tenaga SIK 2 kali.  Beragam kegiatan tersebut akhirnya bermuara kepada jenis tenaga SIK seperti apakah yang diharapkan dapat mendukung pelaksanaan SIK yang lebih baik.

Saat ini, kita hanya mengenal tenaga rekam medis dan manajemen informasi kesehatan. Profesi rekam medis juga sudah terbentuk sejak lama dan cukup kuat. Asosiasi perguruan tinggi rekam medis dan manajemen informasi kesehatan pun sudah terbentuk. Secara global perhimpunan profesinya, yaitu PORMIKI juga cukup aktif berkomunikasi dengan asosiasi internasional yaitu IFHIMA (international federation of health information management) yang dulu bernama IFHRO (International federation of health record organization).  Akan tetapi, tenaga SIK tidak sama dengan tenaga rekam medis. Saya mengandaikan tenaga SIK lebih multidisiplin, memiliki pengetahuan dan ketrampilan yang merupakan gabungan dari   rekam medis & manajemen informasi kesehatan, pranata komputer dan  kesehatan masyarakat. Latar belakangnya pun bisa beragam.

Lalu bagaimana karirnya? Apakah struktural atau fungsional? Kemudian pilihan karirnya bagaimana? Ini memang membutuhkan pemikiran dan kajian mendalam.


3 Responses to “Tenaga SIK, siapakah dia?”

  1. Agus Mutamakin on January 31, 2012 12:48 am

    Posting blog ini sepertinya terpotong. Tidak sampai selesai.

  2. anisfuad on February 6, 2012 8:32 pm

    makasih mas Agus. Iya kemarin terpotong. Posting dari HP. Barusan saya lengkapi. Matur nuwun.

  3. slamet riyadi on June 23, 2013 10:18 pm

    Nama yang tepat dan baku memang penting untuk keperluan administratif ataupun karir ke depannya. Tenaga SIK menurut hemat kami cukup menggambarkan / mewakili “apa dan bagaimana”-nya profesi tenaga kesehatan tersebut.

Comments RSS

Leave a Reply

Name (required)

Email (required)

Website

Speak your mind

- online valtrex order - buy asacol - spy a cell phone - generic levitra -