Seminar tentang standar pertukaran data rekam medis elektronik 8 Juli 2011

June 10th, 2011

Meskipun belum banyak, beberapa rumah sakit di Indonesia sudah mulai menerapkan rekam medis elektronik. Tidak dipungkiri bahwa setiap rumah sakit memiliki strategi tersendiri dalam mengembangkannya. Bagi yang memiliki sumber daya yang tangguh, mereka mungkin akan mengembangkan sendiri (inhouse development). Tidak sedikit pula yang kemudian bekerjasama dengan pihak ketiga (baca vendor). Vendor pun juga bermacam-macam. Jika dulu orang hanya mengenal vendor sistem informasi rumah sakit yang secara umum menawarkan sistem billing (penagihan), kini bermacam vendor masuk ke rumah sakit. Ada yang mengkhususkan diri untuk menangani sistem informasi laboratorium,  pencitraan medis (medical imaging) sampai dengan business intelligence. Karena pada akhirnya data pasien harus divisualisasikan dalam satu tampilan, situasi ini menimbulkan pertanyaan, bagaimanakah pertukaran data dari berbagai sumber tersebut? Apa saja standar yang diperlukan agar sistem bisa saling bertukar (interoperabel) satu sama lain? Interoperabilitas tidak hanya dalam satu rumah sakit, bahkan mungkin juga antar rumah sakit.  Topik ini akan dibahas dalam seminar internasional mengenai standar pertukaran data rekam medis elektronik di RSCM pada 8 Juli 2011 nanti.  Info lebih lanjut terdapat di brosur di bawah ini.

- online valtrex order - buy asacol - spy a cell phone - generic levitra -