Mengikuti AMIA Symposium 09
Hari pertama

ID peserta dan buku program
Ini kali pertama ikut AMIA Symposium (berarti berharap mau ikut lagi?). Acaranya cukup besar, jauh lebih besar daripada acara informatika kedokteran yang pernah aku ikuti sebelumnya. Sampai tadi siang peserta yang terdaftar 1900 orang. Besok mungkin akan masih bertambah lagi. Sayang aku datang sudah siang, jadi nggak bisa ikut berbagai tutorial. Maklum…datangnya serba dengan gedubragan. Tadi pagi datang langsung mendaftar di tempat (onsite) sekalian menjadi member AMIA selama 18 bulan. Lumayan, di CV bisa ditulis member AMIA dalam perhimpunan yang diikuti. Sebelumnya khan selalu kosong.
Acara dimulai pada pukul 1 siang. Suasananya sangat santai, informal tetapi berkesan. Dibuka oleh Ted Shortliffe sebagai presiden dan CEO AMIA. Selanjutnya diikuti oleh ketua panitia dan selanjutnya beberapa panitia lainnya yang tidak hafal satu persatu. Tidak ada MC-MC-nan apalagi memukul gong. Sebelum keynote speaker, ada beberapa penghargaan, diantaranya kepada pemenang student paper conntest. Selain itu juga pengumuman anggota fellow ACMI (American College of Medical Informatics) dan yang menarik adalah pemberian penghargaan kepada fellow ACMI tahun 2009 kepada Betsy Humphreys, Deputi Direktur NLM. Selanjutnya keynote speaker, wah tapi aku ngantuk berat…padahal isinya lucu dan menarik…sebagian crita yang masih teringat saat tidak ngantuk nanti saja ya….
Setelah itu ada beberapa sesi paralel, aku ikut sesi global health informatics challenge. Presentasi disajikan oleh beberapa pembicara yang memiliki pengalaman implementasi di negara berkembang, Afrika, Asia Tenggara, Arab Saudi dan Dubai. Meskipun sempat mengantuk berat, karena moderatornya bicara kelamaan dan ngelantur (biasa…tipikal nehi-nehi), secara keseluruhan topik dan diskusinya menarik. Sebenarnya, acara di GCOS kemarin juga gak kalah amat dengan topik yang tadi…cuma pake bahasa Indonesia he..he..he..he… Beberapa yang diungkap termasuk peluang open source (contohnya OpenMRS). Yang lain…saya kira kok sama dengan yang dibahas di GCOS kemarin.
Hari kedua
Hari ini dimulai dengan tidak begitu baik. Alarm sudah kunyalakan jam tujuh, terbangun, untuk mematikannya dan tidur lagi. Akhirnya terbangun karena jendela sudah terang benderang, alamak ternyata sudah jam 10. Sesi pertama kelewatan, ini tentang perkembangan AMIA. Tapi, tidak khawatir karena nanti dikirimi rekaman audionya…
Akhirnya aku mulai dengan mengikuti AsiaPac Informatics. Yang presentasi dari Asia semua, ada Michio Kimura (elected president APAMI), Taiwan, Singapore, China dan Hongkong. Michio mempresentasikan hasil survei tentang perkembangan EMR di Asia Pacific. Kebetulan wakil Indonesia yang diminta ngisi kuesioner aku…Intinya, EMR bervariasi di Asia Pacific. Sebagian besar negara memiliki national ID kependudukan, tetapi national ID kesehatan tidak punya. Selanjutnya, presentasi dari Taiwan menceritakan perkembangan EMR di sana. Masih secara umum bercerita mengenai smart card dan rencana pengembangan lebih lanjut. Dari Singapore menyampaikan proses rencana strategi pengembangan e-health di singapore. Hongkong, selain menyajikan aspek policy, juga menampilkan screen shot aplikasi serta upaya yang sudah dilakukan untuk mengintegrasikan private dan public sector. China menyampaikan implementasi di salah satu provinsi, gak apal namanya, provinsinya, tetapi berpopulasi 80 juta. Secara umum semua menyampaikan tentang strategic planning e-health, kecuali Cina yang masih berjalan apa adanya. Indonesia, nampaknya demikian, kita belum memiliki roadmap yang jelas mengenai ehealth.
Selanjutnya, ada keynote speech dari Dr. David Blumenthal, koordinator nasional TI kesehatan di bawah Depkes AS. Dari posisinya mungkin eselon 1 yang ngurusin IT kesehatan, di atas pusdatin sedikit gitu loh. Topik yang disampaikan sangat mencerminkan tema simposium kali ini yaitu: from foundations to application to policy. Dia menceritakan bahwa meskipun tidak berlatar belakang IT, tetapi karena lama sebagai family physicianlah yang mendorongnya memiliki visi pentingnya IT bagi health sector reform di AS. Ada beberapa hal yang menjadi penekanannya, seperti meaningful use data yang telah dikumpulkan sampai dengan training. AS juga memiliki dana yang luar biasa untuk melanjutkan proses adosi TI di sektor kesehatan. Bukan adopsi sebagai tujuan, tetapi setelah adopsi itulah yang diharapkan.
Sesi setelah makan siang, aku mengikuti presentasi pengalaman California menyusun rencana strategic health information exchange. Panelis sangat lengkap mewakili tim pengembang strategic planning tersebut, termasuk implikasi bagi SDM serta pihak vendor. Sebagai negara bagian dengan populasi sekitar 37 juta orang, California telah meletakkan health information exchange sebagai salah satu driver penting bagi kualitas, akses serta mutu pelayanan kesehatan. Yang terlihat sangat inspiratif adalah bagaimana mereka bisa mengajak berbagai pihak untuk menyusun bersama-sama rencana strategik tersebut. Selain itu, penyusunan renstranya juga dilandasi dengan penelitian yang sangat detil mengenai kondisi california saat ini bahkan sampai dengan menghitung implikasinya terhadap kebutuhan trianing tenaga kesehatan jika health information exchange diterapkan.

Bersama Prof Fieschi, Marseille
Setelah itu, jalan-jalan ke sesi poster. Wah banyak sekali yang hadir. Sempat diskusi dengan beberapa author dan yang mengesankan ketemu dengan profesorku dulu di Marseille. Udah ah, laper banget..mau nyari restoran indonesia, katanya hanya dua blok dari Hotel Hilton.
Hari ketiga
AS memang surganya untuk belajar, neliti dan mengimplementasikan informatika kedokteran. Universitas yang menyelenggarakan program S2/S3 informatika kedokteran bejibun. Pemerintah juga memiliki dana luar biasa untuk fellowship selain untuk riset. Industri informatika kedokteran juga berkembang dengan pesat, sehingga tidak hanya jumlah vendornya cukup banyak, rumah sakit pun juga memiliki struktur dan struktur dan SDM untuk riset dan pengembangan informatika kedokteran.
Hari ini dimulai dengan beberapa sesi yang berjalan paralel. Aku sempat mengikuti review informatika kedokteran dalam 1 tahun terakhir. Ruangnya penuh banget. Beberapa peserta sampai nglesot di bawah. Sesi ini mengulas artikel-artikel penting yang dimuat di JAMIA dalam 1 tahun terakhir. JAMIA adalah jurnal resmi AMIA bulanan, mulai tahun depan akan terbit 2 kali sebulan. Jurnal ini cukup bergengsi dan memiliki impact factor yang tinggi. Banyaknya publikasi di sini (memang tidak semuanya dari AS, tapi sebagian besar iya) menunjukkan bahwa bidang ini memang memiliki daya tarik luar biasa (Termasuk finansial saya kira). Waktu kemarin mengikuti sesi what informatics add value to industry, banyak pengalaman menarik para aktivis informatika kedokteran yang pindah dari kampus ke industri. Memang, AMIA lebih banyak dikendalikan oleh para ahli informatika kedokteran yang berasal dari kampus. Beda dengan HIMSS, asosiasi sistem informasi rumah sakit yang lebih banyak diikuti oleh para vendor dan industri.
Sesi berikutnya yang aku ikuti adalah mengenai governance dalam decision support systems. Topiknya sangat manajemen dan policy banget. Yang bicara di sini pun tidak tanggung-tanggung ada, David W Bates (bagi yang sering baca tentang patient safety, biasanya kenal dengan nama ini), Blackford Middleton (dari Partners Healthcare), D.Sittig(Texas University) dan Nichol (Veterans Health Administration). Kesimpulannya, untuk menjamin keberhasilan decision support systems, tidak hanya dari segi kebutuhan sistem pendukung keputusan oleh para pengguna (dokter, perawat) tetapi juga dukungan organisasi. David Bates mengusulkan beberapa komite, termasuk komite patient safety sampai dengan komite yang menjamin pelaksanaan sistem pendukung keputusan. Hal ini penting untuk mengidentifikasi DSS yang mana yang akan disepakati karena akan terkait dengan standar pelayanan klinik, selain itu juga jenis DSSnya…
Setelah siang, mengikuti demonstrasi yang menarik dari grup CDC tentang Mesh4x (http://mesh4x.org) yaitu suatu platform untuk sinkronisasi data dari berbagai aplikasi, khususnya adalah Epi Info. Bagi para penggemar Epi Info, sekarang aplikasi ini dalam pengembangan berikutnya termasuk memungkinkan menghasilkan peta yang dengan Mesh4x dapat diintegrasikan ke dalam google maps. Setelah pulang dari AS, keliatannya perlu bikin workshop khusus tentang Epi Info termasuk sampai sinkronisasi dengan Mesh4x.
Menjelang sore, mengikuti presentasi tentang riset mapping LOINC serta data mining dari rekam medis elektronik. Yang terakhir ini sebenarnya memberi keyakinan kita, bahwa peluang riset informatika kedokteran di Indonesia cukup banyak, tetapi jarang sampai dipublikasikan ke forum internasional seperti ini. Jika database dari simpus mas Jojok (yang katanya lebih dari 450 puskesmas) itu diotak-atik bisa menghasilkan banyak publikasi (katanya mas Albert mau jalan-jalan…ini salah satu tiketnya lho….). Belum lagi dari implementasi teman-teman lain. Nah, untuk sampai ke sana, kita nampaknya harus membangun infrastruktur terlebih dahulu untuk secara rutin mengumpulkan dan mempertemukan teman-teman yang sudah berkarya di lapangan.
Jika, paling tidak ada pertemuan satu tahun sekal seperti ini di Indonesia, didukung oleh institusi pendidikan (ada grup UI, ITB, UGM, Undip, Gunadharma, ITS, dan lain-lain) membahas bersama-sama, serta didukung dengan asosiasi yang kuat, bukan tidak mungkin perkembangan di tempat kita akan semakin maju. Wah, aku kok nggak bosen-bosen ngomong ini ya…Mungkin perlu pembahasan rinci sampai dengan rencana implementasi, dana, tempat dan lain-lain agar segera terwujud.
Sebelum mengakhiri acara hari ketiga, saya menyempatkan jalan-jalan melihat pameran poster. Lumayan interaktif juga karena bisa berdiskusi langsung dengan penulisnya. Saya menutup hari ini dengan hati berbunga-bunga karena ketemu profesorku dulu di Paris dan Marseille (di sisi yang lain malu juga karena bahasa prancisku udah hampir ilang….).
Hari keempat
Ini hari terakhir. Acaranyapun hanya setengah hari, alias 2 sesi, pagi dan menjelang siang. Sesi pagi membahas tentang health information exchange dan public health interactions. Sesi ini sangat menarik, menguraikan tentang bagaimana beberapa negara bagian dengan dukungan infrastruktur informasi kesehatan yang baik (teknologi sampai dengan standar terminologi dan pertukaran data) dapat mempermudah CDC dalam menjalankan fungsi surveilans.
Sesi kedua, adalah demo, tapi yg kuikuti dengan intens adalah OpenMRS. Menarik sekali. Lagi mau nulis uraiannya, jebul buku acara AMIAku ketinggalan to. Wah..harus mengandalkan CD dan pesanan rekaman. Berarti catatannya cukup sampai di sini aja ya…Acara penutup berisi penyampaian penghargaan dan pengumuman beberapa konferensi yang akan diselenggarakan bulan Maret tahun depan serta AMIA symposium 2010 yang akan berlangsung di Washington. Moga-moga kesampaian nulis paper..biar bisa berangkat..

Naik cable car
Setelah itu, acara jalan-jalan tanggung trus naik ferri ke deket Alcatraz dan di bawah Golden Gate. Sekarang sudah di hotel nunggu shuttle yang akan membawa ke airport. Mulai jam 12.45 dini hari akan ke Minneapolis, transit 3 jam sebelum pindah lagi ke Pittsburgh dan sampai jam 1 siang. Aduh..hampir 12 jam lagi perjalanan….
informatika kedokteran, kongres | Comment (0)Leave a Reply