Lama tidak ngeblog..ngeblog tidak lama
Konsisten itu susah ya. Lama sekali tidak posting, sekali posting ini juga tidak bakalan lama alias tulisannya pendek-pendek sahaja. Terakhir kali menulis tentang diskusi mengenai rekam kesehatan elektronik pada bulan Juni yang lalu. Setelah itu, sebenarnya ada beberapa kegiatan yang menarik untuk dituliskan di sini. Karena sudah terlanjur ditulis di Notes FB, ya aku copy paste aja ya…
Catatan pembahasan draf master plan SIKDA Prov Sulteng
Ini adalah kali kedua mengikuti pembahasan master plan sistem informasi kesehatan. Yang pertama sewaktu diajak Pusdatin dalam pembahasan master plan SIKNAS. Bedanya, kegiatan di Palu kemarin hanya membahas SIK di tingkat daerah alias SIKDA khususnya wilayah provinsi Sulawesi Tengah. Mas Candra pernah menulis mengenai perlunya master plan SIKDA dalam salah satu notes-nya beberapa waktu yang lalu.
Kunjungan saya di Palu selain membahas draf awal sebenarnya juga untuk bersilaturahmi dengan beberapa alumni Simkes UGM seperti mbak Ayu, mas Candra, pak Oslan dan pak Sugeng. Sewaktu di kantor dinas provinsi, ketemu dengan beberapa alumni S2 IKM lainnya. Saya juga sekalian menyampaikan ke mereka mengenai 5 tahun Simkes UGM di tahun 2010 dan meminta masukan mengenai usulan kegiatan.
Kembali ke topik, acara ini sebenarnya merupakan bagian dari rangkaian penyusunan pengembangan master plan SIKDA. Sebelumnya, mbak Ayu pernah diskusi dengan saya tentang langkah-langkah penyusunan master plan. Waktu itu saya menyebutkan bahwa sebaiknya master plan disusun sendiri oleh stakeholder, terutama komponen visi, misi dan tujuan yang berlandaskan pada assessment dan kebutuhan mereka sendiri. Selanjutnya saya berikan file ppt saya mengenai pokok pikir pengembangan SIKDA serta referensi dari HMN tentang pedoman perencanaan strategik sistem informasi kesehatan. Akhirnya mereka membantuk steering committee, core team dan perwakilan dari stakeholder. Kami sempat beberapa kali diskusi mengenai isi master plan tersebut baik melalui chat maupun email. Saya pernah menerima draf pertama yang hanya menginventarisir mengenai berbagai pencatatan dan pelaporan yang ada. Draf yang kedua sudah lebih lumayan. Sistematika dokumen master plan sudah terbentuk, tinggal dipoles sana-sini.
Hari jumat kemarin, ketua tim penyusunan master plan menyajikan kepada audiens yang juga dihadiri oleh lintas sektor setelah dibuka langsung oleh Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sulteng. Sesi pertama memuat diskusi yang menarik dari para peserta. Ada yang menanyakan tentang peranan web untuk integrasi pelaporan, kredibilitas pelaporan berbasis SMS, sampai dengan formulasi visi yang menurut beberapa peserta masih belum menggambarkan apa yang hendak dicapai dalam pembangunan SIKDA di provinsi Sulteng. Saya kira ini masukan yang baik agar core team dapat memperbaiki dokumen tersebut.
Setelah shalat jumat, acara dilanjutkan lagi. Kali ini, giliran saya memberikan komentar. Secara umum, sistematika OK, tinggal ditambah sedikit saja seperti daftar isi, daftar tabel, daftar grafik, daftar istilah, definisi operasional (paling tidak mengenai SI, SIK, SIKNAS, SIKDA) sampai dengan referensi. Sambil menunjukkan referensi dari WHO HMN dan WHO SEARO saya mengusulkan beberapa hal yang cukup mendasar yang harus disertakan dalam dokumen master plan:
1)Apa masalah kesehatan di Sulteng? Saya menggarisbawahi bahwa SIKDA tidak hanya untuk SIKDA saja. SIKDA adalah juga untuk mendukung kinerja sistem kesehatan yang pada akhirnya diharapkan dapat membawa perbaikan status kesehatan masyarakat. SIKDA dapat sebagai alat atau strategi mencapai perbaikan kinerja sistem kesehatan.
2)Keterkaitan antara SIKDA Provinsi dengan sistem lain masih belum tergambarkan dengan jelas. Apa beda SIKDA Prov dengan SIKDA kab/kota. Bagaimana hubungan SIKDA prov dengan SI Pemprov Sulteng. Bahwa SIKDA merupakan bagian SIKNAS saya kira sudah jelas, tinggal memasukkan link ini dikaitkan dengan indikator.
3)Komponen assessment masih sangat kurang. Mendengar cerita mbak Ayu dan mas Candra, saya kira beberapa paragraf tentang kondisi SIK di rumah sakit atau kabupaten bisa dimasukkan. Saya juga mengusulkan untuk mendapatkan data mengenai kondisi SIK, infrastruktur dan SDM yang terkait dengan SIK di kabupaten/kota. Assessment ini diharapkan dapat mempertajam kekhususan daerah kabupaten/kota baik secara geografis, SDM, teknologi, infrastruktur maupun kemampuan fiskal.
4)Mengenai SDM saya setuju untuk menjadikannya sebagai salah satu strategi utama untuk pengembangan SIKDA. Namun, hal ini juga harus dilengkapi dengan kompetensinya, tidak hanya tingkat pendidikannya. Tingkat pendidikan mungkin lebih bermanfaat untuk jenjang struktural, tetapi kompetensi akan berkaitan dengan kemampuan menjalankan fungsi yang berkaitan dengan SIKDA.
5)Selanjutnya, saya menekankan pentingnya master plan tidak hanya sebagai dokumen. Tetapi harus bisa lebih menjual. Sehingga jika rangkaian visi, misi, tujuan dan strategi dapat diterjemahkan ke dalam gambar dan kemudian dibuat poster ini akan memiliki nilai jual tinggi. SIapapun bisa melihat produk dari kegiatan ini. Poster tersebut tiap tahun kita tempel dengan kegiatan yang sesuai, sehingga bisa dijadikan sebagai dashboard untuk memonitor perkembangan SIKDA dibandingkan dengan masterplan yang telah dibuat.
Buat mbak Ayu dan mas Candra…coret-coretan yang agak resmi nyusul ya…..
makasih atas undangannya di Palu (dan saya tidak kapok dipalu karena yang ini tidak bikin benjol-benjol….)
One Response to “Lama tidak ngeblog..ngeblog tidak lama”
Leave a Reply
Lama tak jumpa…
Dari awal perkuliahan, Kami sudah menduga…memang teman2 Sulawesi Tengah sudah lebih dulu maju….bergerak pelan..tapi pasti. Rencana untuk menyusun masterplan memang sudah lama didiskusikan sama om chandra….
Gayung disambut…trus teman2 juga kompak…..selamat..selamat…selamat….
Iri juga rasanya membaca note ini…pak anis….kapan untuk bengkulu yah?