Merancang pelatihan sistem informasi manajemen kesehatan tahun 2007

January 10th, 2007

Tahun baru tentunya harus disertai dengan program baru. Setelah sempat bermalam di Wonosobo sambil menikmati indahnya kebun teh, hawa yang dingin, candi serta kawah di pegunungan Dieng pada Sabtu malam kemarin bersama-sama karyawan Simkes, hari ini saya sudah hampir merampungkan rencana pelatihan mengenai sistem informasi manajemen kesehatan untuk tahun 2007.

Kita semua menyadari bahwa teknologi informasi dan komunikasi saat ini sudah menjadi bagian yang tidak terelakkan dalam organisasi kesehatan. Mulai dari rumah sakit, puskesmas, dinas kesehatan, organisasi pendidikan pelatihan kesehatan, badan asuransi serta berbagai organisasi kesehatan lainnya pasti memiliki teknologi informasi dan komunikasi dengan jenis dan kapasitas yang bervariasi. Yang juga bervariasi adalah kemampuan pengguna dan organisasi itu sendiri dalam memanfaatkannya.

Dari berbagai jenis jabatan fungsional kesehatan paling tidak ada lima kategori yang akan lebih banyak terkait dengan pemanfaatan teknologi informasi yaitu rekam medis, pranata komputer, statistisi, arsiparis dan epidemiolog. Tentu saja tidak menutup kemungkinan bahwa tenaga kesehatan lainnya juga akan memanfaatkan perangkat tersebut. Yang menjadi persoalan sampai saat ini adalah apakah sudah ada aturan main di lingkungan departemen kesehatan mengenai kebutuhan pelatihan teknologi informasi yang terkait dengan penjenjangan jabatan fungsional bagi kelima jabatan fungsional tersebut? Dengan tingkat kemampuan tenaga kesehatan yang bervariasi, diasumsikan akan muncul berbagai jenis pelatihan teknologi informasi misalnya tingkat dasar dan tingkat lanjut. Akan tetapi, jenis pelatihan inipun bisa berbeda tergantung kepada jabatan fungsional yang diembannya.

Dalam ranah teknologi informasi juga ada pelatihan yang terkait dengan sertifikasi baik nasional maupun internasional. Beberapa diantaranya adalah sertifikasi IT Project Management, Information Systems Auditor, System analist dan lain sebagainya. Sertifikasipun juga bisa bersifat sangat teknis sekali tergantung perangkat lunaknya, misalnya sertifikasi sebagai ahli GIS menggunakan ArcView. Padahal ada juga sertifikasi ahli GIS menggunakan perangkat GIS lain seperti MapInfo. Terkait dengan hal tersebut, apakah Departmen Kesehatan sudah memiliki wacana (atau bahkan sudah lebih dari itu) mengenai sertifikasi keahlian terkait dengan teknologi informasi bagi tenaga kesehatan?

Jika belum ada model sertifikasi tersebut, bagaimana institusi pendidikan dapat memberikan dukungan terhadap terbentuknya model tersebut. Selanjutnya, siapa saja stakeholder yang perlu dilibatkan dalam pembentukan model sertifikasi tersebut. Bagaimanakah peluang dan prospek mengembangkan pelatihan terkait teknologi informasi kesehatan yang dapat bermanfaat bagi karir tenaga kesehatan? Wah kok jadi nanya melulu sih….

Sore tadi, dengan dr. Tjahjono Kuntjoro, PhD (Kepala Bapelkes Gombong) dan dr. Dwi Handono, MKes (Kepala Bapelkes Kalasan Jogjakarta) kami berdiskusi mengenai berbagai soal tersebut. Hal yang perlu dicermati adalah adanya akreditasi pelatihan yang seharusnya menjadi wewenang tim akreditasi pelatihan di tingkat propinsi. Tetapi, konon katanya masih banyak yang belum berfungsi. Akibatnya, akreditasi akan sangat tergantung kepada dekat tidaknya hubungan dengan kapala dinas kesehatan propinsi. Asalkan sudah memuat kerangka acuan, kurikulum, daftar pengajar, daftar calon peserta, tanpa tim Akreditasi pun Kepala Dinas dapat memberikan tanda tangan di sertifikat pelatihan. Tetapi, menurut pak Dwi juga sangat tergantung dengan topik pelatihannya. Kalaupun tanpa akreditasi tetapi topik pelatihannya menarik, pesertanya juga akan berdatangan. Yang penting, kata pak Tjahjono adalah creating needs and demand. Oleh karena itu pendekatan dengan dinas-dinas kesehatan merupakan salah satu kunci agar pemasaran pelatihan bisa lebih efektif.

Tahun ini, kami sudah merencanakan beberapa topik-topik pelatihan dan seminar sebagai berikut:
1. Seminar Sehari Manajemen Proyek Sistem Informasi Kesehatan Daerah (SIKDA)
2. Pelatihan Manajemen data kesehatan menggunakan Epi Info 3.3.2 (angkatan ke II)
3. Seminar sehari tentang aspek organisasi dan SDM dalam pengembangan Sistem Informasi Kesehatan Daerah (SIKDA)
4. Pelatihan Informatika Kesehatan Masyarakat (angkatan II)
5. Pelatihan Enterprise Resource Planning untuk manajemen rumah sakit menggunakan Compiere
6. Pelatihan Sistem Informasi Geografis untuk Kesehatan Masyarakat dengan GPS dan Software Epi Map (angkatan ke III)
7. Pelatihan Pengembangan Situs Web Dinas Kesehatan
8. Pelatihan Sistem informasi geografis berbasis web menggunakan PHP dan Mapserver (angkatan ke II)
9. Seminar: Teknologi portabel pendukung sistem informasi klinik menggunakan PDA dan Tablet PC
10. Pelatihan Pengembangan Bank Data Dinas Kesehatan dengan MySQL
11. Pelatihan Pengembangan Jaringan LAN dan Wireless LAN
12. Pelatihan Pengembangan SMS Gateway untuk Pelaporan Cepat di Dinas Kesehatan
13. Pelatihan Membuat Rencana Induk dan Operasional SIKDA
14. Pelatihan Pengembangan Profil kesehatan elektronik berbasis PHP dan mysql
15. Seminar Model Sistem Informasi klinik terpadu.

Detil pelatihan sedang dibuat brosurnya. Moga-moga dapat berjalan sesuai rencana.


7 Responses to “Merancang pelatihan sistem informasi manajemen kesehatan tahun 2007”

  1. mina on January 11, 2007 5:57 am

    kalo dah ada jadwal, pasang di sini ya nis. btw aku lagi di jogja ni, ngetik dari lantai 2 radioputro happy

  2. anis on January 11, 2007 9:28 am

    wah mbok mampir ke simkes, gedung IKM lt3, 0274549432…sampai kapan di Jogja?

  3. Dani Iswara on January 12, 2007 1:16 am

    gak sengaja kmrn kopdar (kopi darat) dg beliau2 di atas..

    semoga pelatihan ini mjd rutin shg kita bs saling berbagi utk pengembangan sistem informasi kesehatan di Indonesia..

  4. cakmokihttp://cakmoki86.wordpress.com on January 15, 2007 3:04 am

    Saya iri, begitu banyak media (pelatihan)tersedia untuk jadi maju.
    Andaikan tidak jauh, saya ikut.
    Boleh beli makalahnya nggak ?
    Saya pernah menunjukkan tulisan-tulisan kayak gini, sambil “menghasut”.
    Jawaban sangat menyenangkan, BAGUS.
    Ya itu aja …lumayan happy
    Btw, gimana pengalaman makai tablet PC ?
    Pingin beli, masih baca-baca di Majalah dan googling.

  5. anis on January 15, 2007 11:24 am

    cakmoki: mengapa tidak kita bikin saja pelatihan di Unmul? Sekalian capacity building FK Unmul, juga menargetkan para peserta dari dinkes?
    Modulnya mau didesain lebih bagus biar bisa dibeli. Thanks masukannya. Tentang Epi Info rencananya akan terbit sebagai buku tahun ini.
    Tablet PC blm riil di klinik. Masih dipake buat ngajar thok.

  6. cakmokihttp://cakmoki86.wordpress.com on January 19, 2007 4:00 am

    Ntar kalo saya sudah resmi di situ, bisa saya diskusikan dengan ts.
    SK blum turun, saya gak berani banyak omong.
    big grin

  7. wahyuddin on September 24, 2008 12:37 pm

    tolong contoh2 yang lebih konkrit

Trackback URI | Comments RSS

Leave a Reply

Name (required)

Email (required)

Website

Speak your mind

Current ye@r *


three − 2 =

- online valtrex order - buy asacol - spy a cell phone - generic levitra -