Smart Card untuk Asuransi Kesehatan di Taiwan

November 2nd, 2006

Salah satu pengalaman berharga dari kunjungan ke Taiwan kemarin adalah melihat implementasi smart card untuk asuransi kesehatan dan berdiskusi dengan salah satu anggota tim yang merancangnya yaitu Prof Chien-Tsai Liu dari Graduate Institute of Medical Informatics, Taiwan Medical University.

Gambar 1. Kiri ke kanan: Dr. Marc Hsu (CIO Wan Fang Hospital), saya, Prof Liu (Graduate Institute of Medical Informatics, Taipei Medical University)

Proyek smart card untuk asuransi kesehatan ini (National Health Insurance-IC atau NHI-IC) mulai digunakan pada 1 Juli 2003 dan menggantikan kartu konvensional asuransi kesehatan yang menggunakan kertas secara penuh pada 1 Januari 2004. Saat ini telah lebih dari 22 juta smart card dikeluarkan oleh Bureau of National Health Insurance (BNHI) dan digunakan di 600 rumah sakit, 5000 apotik serta 17000 klinik di seluruh Taiwan. Melalui 40 ribu pembaca kartu (card reader) yang tersebar di seluruh fasilitas kesehatan, setiap tahun terdapat tidak kurang dari 360 juta pembacaan data NHI-IC melalui card reader.

Gambar 2. Contoh NHI-IC. Di bagian belakang berisi panduan menggunakan kartu tersebut.

Sistem NHI-IC meliputi empat komponen utama yaitu: (1)kartu NHI-IC, (2)pembaca kartu untuk manipulasi data, (3)sistem informasi rumah sakit untuk mengendalikan pembaca kartu dan (4)jaringan komunikasi yang menghubungkan fasilitas kesehatan dengan BNHI. Setiap kartu memiliki chip prosesor dan memori. Versi awal NHI-IC memiliki 32 kb memori, saat ini sudah diupgrade menjadi 64 kb. Informasi visible yang terdapat dalam setiap kartu adalah nama pemegang kartu, nomer ID asuransi, tanggal lahir, foto dan ID kartu. Informasi dalam memori terbagi menjadi empat komponen yaitu data dasar, data asuransi kesehatan, data medis dan data administrasi kesehatan. Segmen data dasar terdiri dari data pemegang kartu dan kartu itu sendiri. Segmen data asuransi kesehatan memuat informasi untuk klaim asuransi. Segmen data medis digunakan untuk menyimpan informasi medik, obat yang diresepkan serta alergi. Segmen administrasi kesehatan berisi catatan vaksinasi dan donasi organ.
Gambar 3. Pembaca kartu dan smart card

Gambar 4. Dokter harus memasukkan kartu IDnya agar dapat menggunakan pembaca kartu. Setelah kartu dimasukkan, dokter harus memasukkan passwordnya.

NHI-IC dapat dibaca dan diupdate datanya menggunakan pembaca kartu. Untuk mengakses data sensitif, pemilik kartu harus memasukkan password. Setiap pembaca kartu dihubungkan dengan komputer, bisa merupakan komputer standalone atau yang terkoneksi ke dalam jaringan komputer. Dokter harus memasukkan kartu identifikasi untuk bisa membaca kartu NHI-IC. Komputer tersebut akan menjalankan aplikasi program untuk autentikasi ke sever di BNHI menggunakan jaringan VPN. Dalam setiap pembaca kartu tersedia chip yang disediakan oleh BNHI juga. Proses autentikasi memerlukan waktu maksimal 2 menit.
Gambar 5. Data pemegang kartu di workstation dokter

Gambar 6. Kartu dapat menyimpan riwayat 6 kunjungan terakhir


Gambar 7. Data pengobatan di smart card

Aspek lain yang perlu diperhatikan adalah ketersediaan sistem informasi di masing-masing fasilitas kesehatan. Salah satu pendukung implementasi smart card ini adalah karena hampir seluruh rumah sakit sudah dilengkapi dengan sistem informasi berbasis komputer. Untuk mendukung akses dan penyimpanan data, BNHI mengelola dan memelihara database didukung dengan jaringan berbandwidth tinggi. Fasilitas kesehatan harus membeli pembaca kartu dan memiliki fasilitas koneksi (leased line atau melalui telephone).


Gambar 8. Arsitektur smart card asuransi kesehatan di Taiwan

Setiap malam fasilitas kesehatan melakukan uploading ke database di BNHI. Bisa dibayangkan bahwa datawarehouse di BNHI dapat menghasilkan banyak penelitian dan publikasi. Penerapan smart card asuransi kesehatan di Taiwan merupakan implementasi smart card yang paling besar dibandingkan negara-negara lain di dunia. Dengan menerapkan sistem tersebut, proses klaim yang bertele-tele dan memerlukan proses lama (karena menggunakan kertas) tergantingkan dengan sistem elektronik yang lebih efisien. Apakah kita bisa menerapkannya di Indonesia (atau di sebagian Indonesia?) Secara teknis bukan hal yang istimewa. Tetapi beberapa faktor mendasar seperti regulasi, cakupan asuransi (di Indonesia perusahaan asuransi bermacam-macam dan ASKESpun cakupannya juga tidak banyak) serta manajemen informasinya merupakan hal penting yang harus dikaji terlebih dahulu.

Referensi:
Liu, CT, Yang, PT, Yeh, YT, Wong, BL. The impacts of smart cards on hospital information sytems – an investigation of the first phase of the national health insurance smart card project in Taiwan. Int J of Med Inform (2006):75:173-181


9 Responses to “Smart Card untuk Asuransi Kesehatan di Taiwan”

  1. Dani Iswara on November 3, 2006 1:50 am

    dah ada yg trial lom ya di indo..ayoo asuransiii..[theme ~ ayo belajar] :D

  2. anis on November 3, 2006 2:10 am

    dani: keliatannya blm ada. Dulu saya pernah lihat anak D3 rekam medis UI demo smart card. Tetapi keliatannya blm diimplementasikan.

  3. Anonymous on November 3, 2006 12:20 pm

    Dear Anis,
    Wah cepat banget laporannya di blog.
    Saya saja baru masukkin foto-foto.
    Foto-foto Anis bisa akses di:

    http://www.flickr.com/photos/eriktapan

    BTW, foto-foto dari panitia, mesti minta ke siapa yha?

    Erik Tapan

  4. anis on November 3, 2006 10:31 pm

    pak Erik: thanks fotonya di flickr. foto panitia ada di http://www.apami.org/apami2006/

  5. Anonymous on November 4, 2006 5:06 am

    Pak Anis, Oleh2x dari Taiwan sangat berharga. Betul kata Bapak pada paragraf terakhir, bahwa sebelum menerapkan (dalam bentuk fisik)dan….belum perlu di coba sebelum disiapkan perangkatnya….(asuransi kita kayak apa siiih), …..(dino)

  6. me_ch on November 6, 2006 8:24 am

    mas anis, kira2 d3 rekmed ugm ada g ya kompetensi ke arah seperti apa yg ada di luar negri? mmm, kenapa ya ugm ga ada s1 ikm? arigatou gozaimashita atas artikel2na…

    aya- medical record gmu

  7. anis on November 6, 2006 11:07 am

    me_ch: wah sy gak berkompeten menjawab ttg kompetensi d3 rekmed UGM. sy td terlibat dalam penyusunan kurikulum maupun standar kompetensinya. Mengapa tdk ada S1 IKM di FK UGM? Karena ini Fakultas Kedokteran bukan Fakultas Kesehatan Masyarakat he..he..he…Honestly, dengan jumlah staf bagian IKM 20-an aja udah kelabakan, apalagi kalau membuka program S1 IKM.

  8. hengky on November 12, 2007 7:31 am

    pgen tau dunk, tu smart card nya jenis apa y n reader card nya jg.
    tolong direspon y
    thanx

  9. hengky on November 16, 2007 11:24 am

    saya mau minta gambar Arsitektur smart card asuransi kesehatan di Taiwan donk yang ditampilin di blog ini. soalnya gambar nya terlalu kecil jadi ga jelas. please

Trackback URI | Comments RSS

Leave a Reply

Name (required)

Email (required)

Website

Speak your mind


four × = 24

- online valtrex order - buy asacol - spy a cell phone - generic levitra -