APAMI 2006 berakhir…..

October 31st, 2006

Kemarin, 30 Oktober 2006, kongres tiga tahunan perhimpunan informatika kedokteran se-Asia Pasifik (APAMI=Asia Pacific Association of Medical Informatics) berakhir. Sebenarnya, secara resmi kongres ditutup pada 29 Oktober, tetapi aku masih mengikuti kunjungan ke Wan Fang Taipei Municipal Hospital, sebelum meneruskan kunjungan ke Asia University di Taichung. Sebagai salah satu kelompok regional di bawah IMIA (International Medical Informatics Association), APAMI telah menyelenggarakan 4 kongres yang diselenggarakan di Singapura (1994), Sydney(1997), Hongkong(2000) dan terakhir Seoul(2003). APAMI berikutnya akan diselenggarakan di Jepang (2009). Ini sebenarnya kali kedua mengikuti kongres APAMI. Yang pertama, aku mendapatkan travel fund dari KC untuk datang ke Sydney, tanpa membuat paper. Sekarang, selain mendapatkan travel fund, paper yang kupresentasikan juga dapat award. Padahal juga nggak bagus-bagus amat. Continue reading »

Tentang komputerisasi di puskesmas, rumah sakit dan dinas kesehatan

October 11th, 2006


Beberapa hari yang lalu saya berkesempatan berkunjung ke suatu kabupaten untuk mengamati secara sekilas pelaksanaan komputerisasi di puskesmas, dinas kesehatan dan rumah sakit. Pengamatan sekilas ini mungkin tidak dapat digeneralisir untuk daerah lain. Demikian juga, karena terbatasnya waktu, mungkin ada penilian saya yang keliru. Saya berkesempatan melakukan diskusi kelompok terarah dengan pelaksana sistem informasi di dinas kesehatan (staf di masing-masing subdin) dan tiga wakil puskesmas. Yang menarik, ketiga puskesmas memiliki program komputer yang berbeda. Meskipun hampir seluruh puskesmas di kabupaten tersebut didukung dengan perangkat komputer akan tetapi pelaporan data ke dinas masih bersifat manual. Petugas di dinas kesehatan kabupaten mengatakan bahwa untuk mengolah data LB1 dari puskesmas membutuhkan waktu 10 hari. Padahal, data sudah tersedia dalam format elektronik untuk hampir seluruh puskesmas, kecuali dua puskesmas yang menggunakan program yang berbeda. Hal ini tidak terlepas dari lemahnya komitmen di tingkat dinas itu sendiri. Setiap tiga bulan sekali, dinas kesehatan kabupaten mengirimkan laporan kunjungan puskesmas dalam bentuk manual ke dinas kesehatan propinsi. Variasi pekerjaan di sub bagian perencanaan (di bawah Bagian TU)yang bertanggung jawab untuk menghimpun data dari puskesmas mungkin menjadikan mereka tidak fokus dalam program komputerisasi puskesmas. Bisa jadi, pelatihan yang sebelumnya dilakukan di tingkat dinas tidak memadai. Akibatnya, sekarang LAN di dinas pun juga macet. Continue reading »

Metode penelitian kualitatif untuk sistem informasi manajemen kesehatan

October 4th, 2006

Meskipun relatif tertinggal dibandingkan organisasi lain, perlahan tapi pasti, semakin banyak lembaga pelayanan kesehatan (rumah sakit, puskesmas, maupun organisasi lainnya) yang menerapkan sistem informasi manajemen berbasis komputer. Di AS, rumah sakit swasta, berukuran besar serta berafiliasi kepada perhimpunan tertentu cenderung lebih progresif dalam menerapkan sistem informasi berbasis komputer. Di sisi yang lain, pengalaman menunjukkan penerapan sistem informasi berbasis komputer banyak berakhir dengan kegagalan. Dowling(1980) mengestimasi bahwa 45% dari pengembangan sistem informasi berbasis komputer gagal karena resistensi pengguna, meskipun secara teknologi cukup meyakinkan. Oleh karena, evaluasi pengembangan sistem menjadi hal yang krusial.
Continue reading »

- online valtrex order - buy asacol - spy a cell phone - generic levitra -