Membuat link…..

September 15th, 2005


Tadi aku coba buat link untuk upload file. Akhirnya aku pilih geocities. Sayang kapasitasnya hanya 15 MB. yah…nanti kalau penuh ya bikin lagi ….. Ini adalah bahan kuliah tentang Sistem informasi dan Health intelligence waktu Core Public Health kemarin.
Habis ini pulang ah…udah capek…

Teknologi Informasi untuk Patient Safety

September 14th, 2005

Beberapa waktu yang lalu Menteri Kesehatan, Dr. Fadilah Supari mencanangkan gerakan nasional keselamatan pasien (patient safety) di rumah sakit. Lalu, apa hubungannya dengan teknologi informasi?
Saat ini, berbagai rumah sakit sudah mulai menerapkan sistem informasi rumah sakit berbasis komputer untuk mendukung manajemen keuangan (khususnya billing systems). Jika rumah sakit sudah melewati tahap tersebut, langkah selanjutnya adalah pengembangan sistem informasi klinik. Di sini, peran penting teknologi informasi tidak lepas dari potensinya untuk mencegah medical error. Seperti kita ketahui, ada dua pandangan mengapa error dapat muncul di rumah sakit. Yang pertama, error terjadi karena kesalahan individual tenaga kesehatan. Yang kedua, kesalahan individual tidak akan muncul jika manajemen memiliki mekanisme untuk mencegah. Continue reading »

masih betah di lobby…..

September 13th, 2005

Sore gini aku masih di lobby IKM. Gak tahu nih…belum pingin pulang. Ini sekalian nyoba fasilitas add in blogger di MS Word. Iseng-iseng aja sih….
Oh ya…kemarin aku barusan nulis tentang patient safety dan teknologi informasi. Baru jadi beberapa paragraf. Tapi belum jadi. Nanti kalau udah jadi aku upload lagi ke sini.

tentang blog ini….

September 13th, 2005

Tadi aku perhatikan, tulisanku sebelumnya terlalu panjang. Blog ini jadi tidak enak dibaca. Tapi mungkin aku memang egois. Salah satu tujuan utama membuat blog ini adalah agar aku dapat menulis dengan mudah dan memiliki arsip tulisan-tulisan yang telah aku buat.
Sedih juga bila melihat mahasiswa tidak memiliki bacaan. Di sisi lain, aku pingin mulai menerjemahkan berbagai literatur yang sudah ada di hard disk ke dalam bahasa Indonesia. Cuma, di sini yang tidak enak adalah tidak tersedianya fasilitas untuk mengupload artikel. Mungkin artikel berikutnya bakal aku tempatkan di server lain.

Epi Info bagi mahasiswa SIMKES

September 13th, 2005

Sore ini aku habis mengajar. Cukup capek. Tadi pagi mengenalkan berbagai fungsi Epi Info. Kemarin, kita sudah mengenalkan Epi Info untuk merancang kuesioner untuk memasukkan data fasilitas kesehatan sampai ke menampilkannya ke dalam peta. Hari ini, peserta belajar menggunakan Epi Info untuk menganalisis file Refugee.mdb. Mereka mempelajari cara memilih variabel tertentu (menggunakan perintah select), menampilkan grafik (menu graphic), menggabungkan tabel yang berkaitan (menggunakan menu relate) khususnya tabel Patient dengan tabel TB, sampai merancang formulir yang menghubungkan dua tabel yang saling berkaitan.
Kesulitan peserta terutama adalah memahami konsep tabel relasional. Ini sebenarnya memang kuliah mengenai database. Oleh karena itu, nanti akan aku buat tulisan tentang database agar lebih sederhana. Tetapi, aku kira mereka sudah mulai memahami apa yang disebut dengan database. Jika itu sudah dipahami dengan baik, semoga mereka kelak dapat menjadi trainer epiinfo dan memberikan pelatihan di lingkungan masing-masing.

Sekip, 13 Sept 2005

Update: November 2011

Sudah keluar Epi Info™ 7 Silakan didownload di situs CDC di http://wwwn.cdc.gov/epiinfo/7/index.htm. Kelihatannya sangat sangat menarik dibanding versi 3.xx Tetapi belum mencoba secara terinci.

Video pengenalannya juga tersedia di situs tersebut atau melalui Hantaran Epiinfo 7

Peranan Sistem Informasi Geografis Kesehatan dalam Bencana*

September 13th, 2005

Pendahuluan
Akhir-akhir ini, Indonesia berbagai bencana bertubi-tubi menimpa Indonesia. Sebelum tsunami di Aceh, berbagai bencana alam seperti banjir, longsor, kebakaran hutan, gunung meletus, kekeringan, gempa bumi maupun tsunami juga pernah menimpa beberapa bagian di Indonesia. Selain bencana alam, Indonesia juga langganan dengan kejadian luar biasa seperti demam berdarah, dan akhir-akhir ini, semua orang meributkan tentang polio. Jika menilik definisi bencana (disaster) menurut WHO, kita akan menemukan definisi yang menarik. Bencana dapat didefinisikan sebagai setiap kejadian yang menyebabkan kerusakan, gangguan ekologis, hilangnya nyawa manusia atau memburuknya derajat kesehatan atau pelayanan kesehatan pada skala tertentu yang memerlukan respon dari luar masyarakat atau wilayah yang terkena. Hal ini mengimplikasikan bahwa KLB pun dapat dikateogrikan sebagai suatu bencana. Continue reading »

Sistem Pendukung Keputusan Klinik

September 13th, 2005

A. Pengantar
Dalam berbagai literatur mengenai mutu pelayanan klinik mutakhir, sistem pendukung keputusan klinik (SPKK) merupakan salah satu jargon yang sering disebut sebagai salah satu alternatif solusi sistemik untuk mencegah medical error dan mendorong sistem pelayanan kesehatan yang menjunjung aspek kemanan pasien (patient safety). Artikel ini akan membahas mengenai pengertian SPKK (khususnya yang berbasis komputer), karakteristik, berbagai contoh aplikasinya serta prospek masa depan.

B. Pengertian
Sistem Pendukung Keputusan (SPK) atau decision support system merupakan salah satu jenis sistem informasi yang bertujuan untuk menyediakan informasi, membimbing, memberikan prediksi serta mengarahkan kepada pengguna informasi agar dapat melakukan pengambilan keputusan dengan lebih baik dan berbasis evidence. Secara hirarkis, SPK biasanya dikembangkan untuk pengguna pada tingkatan manajemen menengah dan tertinggi. Dalam pengembangan sistem informasi, SPK baru dapat dikembangkan jika sistem pengolahan transaksi (level pertama) dan sistem informasi manajemen (level kedua) sudah berjalan dengan baik. SPK yang baik harus mampu menggali informasi dari database, melakukan analisis serta memberikan interpretasi dalam bentuk yang mudah dipahami dengan format yang mudah untuk digunakan (user friendly). Continue reading »

Peran Teknologi Informasi untuk Mendukung Manajemen Informasi Kesehatan di Rumah Sakit *

September 13th, 2005

A. Pendahuluan
Perkembangan teknologi informasi yang begitu pesat telah merambah ke berbagai sektor termasuk kesehatan. Meskipun dunia kesehatan (dan medis) merupakan bidang yang bersifat information-intensive, akan tetapi adopsi teknologi informasi relatif tertinggal. Sebagai contoh, ketika transaksi finansial secara elektronik sudah menjadi salah satu prosedur standar dalam dunia perbankan, sebagian besar rumah sakit di Indonesia baru dalam tahap perencanaan pengembangan billing system. Meskipun rumah sakit dikenal sebagai organisasi yang padat modal-padat karya, tetapi investasi teknologi informasi masih merupakan bagian kecil. Di AS, negara yang relatif maju baik dari sisi anggaran kesehatan maupun teknologi informasinya, rumah sakit rerata hanya menginvestasinya 2% untuk teknologi informasi. Continue reading »

Informatika Kedokteran dan Pendidikan Dokter*

September 13th, 2005

Sentuhan Teknologi Informasi dalam Pendidikan Dokter
Dengan semakin meluasnya penggunaan komputer di masyarakat, termasuk di lingkungan kedokteran, menjadi penting untuk mempertanyakan bagaimana pendidikan kedokteran mengantisipasi hal tersebut. Interes terhadap komputing semakin kuat seiring dengan pertumbuhan internet yang eksplosif, terus meningkatnya perhatian media massa, dan pengakuan atas potensi jaringan global untuk membawa informasi kesehatan bagi kepentingan pasien maupun profesional kesehatan. Continue reading »

Sistem Informasi dan Sumber Intelijen Kesehatan Masyarakat

September 13th, 2005

Pendahuluan
Di era digital seperti sekarang ini, adalah suatu keniscayaan bahwa teknologi informasi akan menjadi bagian penting dalam praktek kesehatan masyarakat. Bahkan sebenarnya di bidang kesehatan, para praktisi kesehatan masyarakat termasuk kelompok awal yang mengadopsi teknologi informasi (early adopters) –jika dibandingkan dengan para klinisi. Secara generik, alasan utama menggunakan teknologi informasi adalah agar mampu memberikan pelayanan kesehatan masyarakat secara lebih efisien, meningkatkan efektivitas dan produktivitas kerja serta menguatkan fungsi stratejik organisasi kesehatan masyarakat dengan memanfaatkan informasi kesehatan dari berbagai sumber. Sehingga, seorang praktisi kesehatan masyarakat harus mampu menggunakan informasi kesehatan secara efektif, memanfaatkan teknologi informasi secara efektif serta mengembangkan, mengelola dan memelihara program (jika enggan disebut proyek) teknologi informasi kesehatan masyarakat secara efektif pula. Tulisan ini akan membahas topik tersebut dengan mengulas beberapa aspek sebagai berikut:

  • Informatika kesehatan masyarakat
  • Sistem informasi kesehatan
  • Sumber informasi intelijen dalam sistem kesehatan masyarakat
  • Agenda pengembangan Continue reading »
- online valtrex order - buy asacol - spy a cell phone - generic levitra -